Foto bersama Chef Malrani dan para pemenang lomba memasak Kampung Slamet di Boja, Kendal, sambil menunjukkan piala sebagai simbol apresiasi atas kreativitas peserta.
Foto bersama Chef Malrani dan para pemenang lomba memasak Kampung Slamet di Boja, Kendal, sambil menunjukkan piala sebagai simbol apresiasi atas kreativitas peserta.

Meriahnya Lomba Memasak di Boja, Ibu-Ibu Adu Kreasi di Hadapan Chef Malrani

KENDAL, ISR – Lomba memasak memeriahkan suasana Kampung Slamet, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Minggu (16/8/2026). Puluhan ibu-ibu tampil menunjukkan kreativitas mengolah makanan dalam kegiatan Kampung Slamet Memasak.

Kegiatan tersebut terasa berbeda karena penyelenggara menghadirkan Chef Malrani, alumnus MasterChef Indonesia Season 12, sebagai juri. Para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan makanan yang enak, tetapi juga memperhatikan kebersihan, kreativitas, dan cara penyajian.

Lomba Memasak Berkonsep MasterChef

Penyelenggara, PT Cocok Grup Mabruk (CGM) Desa Meteseh, mengemas perlombaan dengan konsep yang terinspirasi dari kompetisi MasterChef Indonesia.

Empat kelompok yang mewakili empat RT di Kampung Slamet mengikuti perlombaan. Mereka mendapat waktu satu jam untuk mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang siap disajikan.

Panitia membagi perlombaan menjadi dua kategori, yakni masakan asin dan masakan manis. Untuk kategori asin, peserta mengolah daun singkong, daging ayam, telur, tempe, dan brokoli.

Sementara itu, kategori manis menggunakan labu sebagai bahan utama.

Chef Malrani berkeliling selama peserta memasak. Ia mengamati proses sekaligus memberikan arahan agar peserta dapat memanfaatkan waktu dengan baik.

“Lima belas menit lagi,” ujar Chef Malrani ketika mengingatkan peserta bahwa waktu memasak semakin dekat.

Setelah waktu berakhir, setiap kelompok mempresentasikan hidangan mereka. Chef Malrani kemudian mencicipi makanan dan memberikan penilaian.

Menurutnya, cita rasa bukan satu-satunya faktor dalam kompetisi memasak. Peserta juga harus memperhatikan kebersihan, kreativitas, dan penyajian.

Ini Daftar Pemenang Lomba Memasak

Setelah seluruh peserta menyelesaikan masakannya, Chef Malrani mengumumkan para pemenang.

Kategori asin:

Juara I: RT 04

Juara II: RT 03

Juara III: RT 02

Juara IV: RT 01

Kategori manis:

Juara I: RT 03

Juara II: RT 02

Juara III: RT 04

Juara IV: RT 01

Para pemenang menerima trofi, uang pembinaan, sarung, dan bingkisan.

Bukan Sekadar Berebut Hadiah

CEO PT Cocok Grup Mabruk, Dr Muhamad Rikza Saputro, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, kehadiran Chef Malrani memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dari pelaku kuliner yang memiliki pengalaman profesional.

“Harapannya, ibu-ibu tidak hanya pulang membawa hadiah, tetapi juga membawa ilmu, motivasi, kepercayaan diri, dan inspirasi untuk mengembangkan masakannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Gus Rikza.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Kampung Slamet. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia ikut menikmati kegiatan tersebut.

Menurut Gus Rikza, lomba memasak juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga.

Dari Dapur, Tumbuh Potensi Ekonomi

Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia turut memberi warna pada kegiatan tersebut. Gus Rikza mengajak warga mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang menghasilkan karya.

Ia secara khusus mendorong para ibu untuk terus mengembangkan kemampuan memasak. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi peluang ekonomi keluarga.

“Kalau dari dapur bisa lahir makanan yang enak, maka dari tangan ibu-ibu juga bisa lahir ekonomi keluarga yang lebih kuat. Syukur alhamdulillah bisa tumbuh atau menjadi inspirasi UMKM,” katanya.

Sempat Salah Takaran Tepung

Salah satu peserta, Dwi Kiswati, mengaku mendapat pengalaman berkesan dari perlombaan tersebut. Ia baru pertama kali mengikuti kompetisi memasak.

Dwi juga senang bisa bertemu langsung dengan Chef Malrani yang sebelumnya ia kenal melalui MasterChef Indonesia Season 12.

Namun, timnya sempat menghadapi kendala saat mengolah menu kategori manis. Mereka salah menimbang tepung beras.

Tepung yang seharusnya 90 gram justru mencapai 900 gram. Tim Dwi akhirnya mengulang proses memasak setelah sekitar 15 menit berlalu.

Meski menghadapi kendala, mereka tetap berusaha menyelesaikan masakan sebelum batas waktu satu jam.

Dwi berharap kegiatan tersebut kembali hadir tahun depan dengan konsep yang lebih meriah.

“Moga tahun depan ada lagi kontes masak. Lebih meriah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!