Istighotsah Kebangsaan Bersama Gus Miftah Digelar di Kendal, 2.000 Jamaah Hadir
KENDAL, ISR – Istighotsah Kebangsaan bersama Gus Miftah berlangsung di Lapangan Dusun Kabunan, Desa Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jumat (21/8/2026) malam. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pengukuhan Satkorwil Banser Jawa Tengah, BUMA Jawa Tengah, dan LBH PW Ansor Jawa Tengah.
Sekitar 2.000 jamaah hadir dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.25 WIB. Sejumlah tokoh pemerintahan, ulama, jajaran kepolisian dan TNI, serta pengurus GP Ansor turut hadir.
Di antara tokoh yang hadir terdapat Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, KH Mas’ud Abdul Qodir dari Pondok Pesantren Darul Amanah, Gus Muhammad Fatwa selaku Direktur BUMA Jawa Tengah, serta Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy.
Hadir pula Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali, Sekretaris GP Ansor Jawa Tengah Husein Ahmadi, Ketua GP Ansor Kendal Gus Ali Nurudin, Kasatkorcab Banser Kendal Primadiyanto, pengurus MWC NU Sukorejo, serta tokoh agama dan masyarakat.

Pengukuhan Tiga Lembaga GP Ansor Jawa Tengah
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan Mars Gerakan Pemuda Ansor. Setelah laporan panitia, acara berlanjut pada prosesi pengukuhan.
Panitia membacakan Surat Keputusan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah tentang susunan pengurus Satkorwil Banser Jawa Tengah, LBH GP Ansor Jawa Tengah, dan BUMA GP Ansor Jawa Tengah.
Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan masing-masing kepengurusan. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan sambutan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Suasana semakin khidmat ketika jamaah mengikuti Istighotsah Kebangsaan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tausiyah dan doa yang disampaikan Gus Miftah.
Gus Miftah Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Dalam tausiyahnya, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk saling membenci.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat boleh tidak menyukai seorang presiden. Namun, menurutnya, sikap tersebut tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang melecehkan negara.
“Boleh tidak suka dengan presiden, tetapi jangan sekali-kali melecehkan negara,” pesan Gus Miftah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membangun kebencian berlebihan ketika melihat pemimpin melakukan kesalahan. Menurutnya, kritik tetap perlu, tetapi masyarakat harus menjaga persatuan dan mencari jalan agar keadaan menjadi lebih baik.
Singgung MBG dan Kopdes
Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah juga menyinggung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut program tersebut sebagai amanah undang-undang yang perlu mendapat pengawasan masyarakat.
“MBG itu amanah undang-undang. Kalau tidak benar, kita awasi supaya jadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai Kopdes. Menurut Gus Miftah, keberadaan koperasi desa dapat membantu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menekan pengeluaran.
Ia mencontohkan distribusi pupuk dengan harga lebih murah karena tidak melalui tengkulak.
Ajak Dekat dengan Ulama dan Rawat Kebersamaan
Gus Miftah juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa bagi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kerukunan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga masa depan bangsa.
“Kalau ingin bangsa ini terberkati, bangsa Indonesia harus rukun dan jangan jauh-jauh dari ulama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan banyak kelompok. Karena itu, masyarakat perlu menghargai kontribusi seluruh elemen bangsa, termasuk pemeluk agama lain.
Menurut Gus Miftah, Indonesia dapat menuju Indonesia Emas apabila para pejabat mampu berlaku adil dan menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya.
Kegiatan Istighotsah Kebangsaan bersama Gus Miftah tersebut pun menjadi ruang untuk memperkuat doa, persaudaraan, sekaligus semangat kebangsaan di tengah masyarakat Kendal.
