Foto : Berpose foto bersama perkelas setelah kegiatan
Foto : Berpose foto bersama perkelas setelah kegiatan

Kemah Simfoni Pandu Pengenal SMP Mutual Tanamkan Kemandirian dan Sikap Sosial Siswa

Magelang, ISR – SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang kembali menggelar Kemah Hizbul Wathan. Kegiatan bertajuk Kemah Simfoni Pandu Pengenal SMP Mutual tanamkan kemandirian dan sikap sosial siswa ini berlangsung selama tiga hari. Seluruh peserta mengikuti kegiatan di Lapangan Giyanti, Candimulyo, Magelang, dari Kamis hingga Sabtu.

Para siswa mengawali kegiatan dengan mendirikan tenda secara berkelompok. Mereka saling bekerja sama dan kompak menyelesaikan tugas tersebut. Lewat momen ini, Kemah Simfoni Pandu Pengenal SMP Mutual tanamkan kemandirian dan sikap sosial siswa sejak hari pertama pelaksanaan.

Ajarkan Tertib Aturan dan Kekompakan

Kepala SMP Mutual, Ahmad Haryanto, membuka acara ini secara resmi. Ia mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kemah dengan tertib. Peserta juga wajib mematuhi aturan dan jadwal dari para ramanda atau pelatih Hizbul Wathan.

“Kegiatan ini memberikan banyak ilmu berharga. Selain menyenangkan, kalian belajar mandiri dan bersosial. Kalian juga belajar merawat kekompakan serta menghargai keputusan bersama,” ujar Ahmad Haryanto.

Ketua Panitia, Ardan Pradana, menjelaskan bahwa kemah ini memuat berbagai perlombaan menarik. Peserta dari kelas VII dan VIII berkompetisi dalam beberapa cabang lomba, yaitu:

Lomba memasak kuliner tradisional

Jelajah pandu alam

Pentas seni kreativitas siswa

Lomba menghias tenda regu

Ardan menambahkan bahwa aneka lomba tersebut efektif mengasah karakter diri siswa.

Melatih Mental dan Kemandirian Warga Fullday

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zufal Abdilah, memaparkan tantangan menarik dalam kemah kali ini. Kegiatan ini mempertemukan siswa program boarding (asrama) dan fullday (reguler).

Bagi siswa boarding, tinggal jauh dari orang tua sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Sebaliknya, beberapa orang tua siswa fullday sempat merasa khawatir karena harus melepas anak mereka selama tiga hari.

“Orang tua khawatir karena anak jarang jauh dari rumah. Padahal, kegiatan ini justru melatih kemandirian anak. Terbukti, anak-anak di lapangan merasa nyaman dan enjoy,” cerita Zufal.

Zufal melihat langsung kekompakan anak-anak saat menghias tenda dan memasak. Mereka menikmati setiap proses kegiatan dengan gembira. Ia berharap kegiatan luar ruangan ini mampu mencetak generasi yang peka sosial di tengah tantangan zaman modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!