TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat bersama-sama membersihkan bantaran Kali Kendal dalam kegiatan Karya Bhakti memperingati HUT RI, HUT TNI, dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Jumat (21/8/2026).
TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat bersama-sama membersihkan bantaran Kali Kendal dalam kegiatan Karya Bhakti memperingati HUT RI, HUT TNI, dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Jumat (21/8/2026).

Karya Bhakti Kendal Libatkan 254 Orang, TNI-Polri dan Warga Bersihkan Bantaran Kali

KENDAL, ISR – Karya Bhakti Kendal melibatkan 254 orang dari unsur TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat untuk membersihkan bantaran Kali Kendal, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan Karya Bhakti berlangsung di sekitar halaman Masjid Agung Kendal. Aksi ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, HUT TNI, serta HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB. Para peserta membersihkan bantaran kali sepanjang sekitar 250 meter.

TNI, Polri, Pemda, dan Warga Turun Bersama

Dandim 0715/Kendal Letkol Inf. Ade Sohali memimpin kegiatan tersebut. Sejumlah perwira, Danramil, dan anggota jajaran Kodim Kendal ikut turun ke lapangan.

Personel Polri dari jajaran Polres Kendal juga bergabung. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kendal dan masyarakat ikut memperkuat kegiatan.

Dari total 254 peserta, sebanyak 64 orang berasal dari TNI. Polri mengerahkan 30 personel, Pemda 20 orang, dan masyarakat sebanyak 150 orang.

Sebelum bekerja, seluruh peserta mengikuti apel pengecekan di halaman Masjid Agung Kendal. Panitia kemudian membagi tugas kepada seluruh peserta.

Sekitar pukul 07.10 WIB, peserta mulai melakukan pembersihan. Mereka bekerja hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 10.30 WIB.

Bersihkan Sampah hingga Sedimen Sungai

Petugas menyasar bantaran Kali Kendal sepanjang 250 meter. Mereka membersihkan berbagai jenis sampah domestik yang menumpuk di sejumlah titik.

Peserta juga membersihkan area bawah jembatan. Mereka mengangkat sedimen dan membersihkan gorong-gorong yang berpotensi menghambat aliran air.

Vegetasi liar seperti eceng gondok dan ranting juga menjadi sasaran. Petugas kemudian melakukan normalisasi bantaran kali agar aliran air lebih lancar.

Panitia menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung kegiatan. Peralatan tersebut antara lain dua truk, dua unit Tosa, 50 cangkul, 100 sabit, dan 30 cangkul garpu.

Peserta juga menggunakan sling twins sepanjang 10 meter dan tali tambang sepanjang 50 meter untuk membantu proses pembersihan.

Dandim: HUT RI Harus Diwujudkan dengan Aksi Nyata

Dandim 0715/Kendal Letkol Inf. Ade Sohali mengatakan peringatan hari besar harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Karya Bhakti menjadi bentuk nyata kepedulian TNI bersama berbagai unsur terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia meminta seluruh peserta bekerja dengan tulus dan ikhlas. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bentuk ibadah.

“Perayaan HUT RI, HUT TNI, dan HUT Kodam IV/Diponegoro harus kita wujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat,” pesan Ade Sohali.

Bersihkan Sungai untuk Cegah Banjir

Ade Sohali juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, sungai yang bersih dapat membantu memperlancar aliran air.

Langkah tersebut juga penting untuk mengantisipasi luapan sungai dan potensi banjir saat musim penghujan.

Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan warga terus menjaga semangat gotong royong.

Selain membersihkan sungai, kegiatan tersebut juga membawa pesan edukasi kepada masyarakat. Warga diajak tidak membuang sampah ke aliran sungai.

“Kita harus menjadi motor penggerak masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Lingkungan

Karya Bhakti tersebut tidak hanya menyasar kebersihan fisik. Kegiatan juga membawa misi meningkatkan kesadaran lingkungan dan memperkuat mitigasi bencana banjir.

Keterlibatan 254 orang dari berbagai unsur menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektoral di Kabupaten Kendal.

Dandim juga mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama bekerja di lapangan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh rangkaian Karya Bhakti berlangsung aman dan lancar.

Melalui aksi tersebut, TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat menunjukkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kerja bersama. Gotong royong menjadi langkah sederhana untuk menjaga sungai sekaligus mengurangi risiko banjir di Kendal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!