Dongkrak Promosi Batik Lokal, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gandeng UMKM Batik Kendal

KENDAL, ISR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 197 Desa Tambakrejo menjalin kerja sama strategis untuk mendongkrak promosi Batik Kendal. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan langsung ke sentra perajin Batik Kendal di Desa Tambakrejo, Kabupaten Kendal, pada Senin (10/8/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau proses produksi sekaligus mempersiapkan keikutsertaan produk lokal dalam ajang Pasar Pagi.

​Kegiatan Pasar Pagi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Posko 197 dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Desa Tambakrejo. Dalam kunjungan lapangan tersebut, para mahasiswa melihat ragam produk yang ditawarkan, mulai dari batik tulis, cap, hingga jumputan.

​Salah satu perajin, Ibu Rusmini, menuturkan bahwa usaha yang ia rintis sejak 2017 ini memiliki keragaman jenis.

“Sudah produksi dari 2017. Banyak macam batik, termasuk batik tulis, cap dan batik jumput,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa motif batik yang dihasilkan sangat kental dengan identitas wilayah.

“Motif yang digunakan mengambil unsur khas Kendal, seperti daun kendal, kendil, hingga ikan bandeng yang menjadi simbol kejayaan daerah,” jelasnya menambahkan.

​Dari segi kualitas, para perajin menggunakan material kain katun premium. Harga yang dipatok bervariasi, yakni sekitar Rp200 ribu untuk batik cap, serta berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk batik tulis tergantung pada tingkat kerumitan motifnya.

​Sementara itu, perajin lainnya, Ibu Jumrotun, menjelaskan detail teknis perbedaan produksi.

“Kalau untuk produksi batik cap bisa memproduksi 15 buah kain. Kalau untuk batik tulis biasanya seminggu, kalau motifnya susah bisa sampai satu bulan,” ungkapnya.

​Rencana pelibatan UMKM lokal ini disambut antusias oleh para perajin. Ibu Rusmini menyampaikan apresiasi dan dukungannya karena program kolaborasi ini dapat mewujudkan rencana promosi yang sebelumnya sempat tertunda.

“Saya sangat mendukung program tersebut, karena dulu pernah ada rencana namun belum terealisasi,” tegasnya.

​Melalui ajang Pasar Pagi, mahasiswa KKN Posko 197 berharap eksistensi dan kreativitas perajin daerah semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan mahasiswa terhadap UMKM agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!