Petugas bersama warga mengevakuasi korban yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan tebu Blok Jerukwangi, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.
Petugas bersama warga mengevakuasi korban yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan tebu Blok Jerukwangi, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Operator Traktor Ditemukan Meninggal di Perkebunan Tebu Singorojo

KENDAL, ISR – Seorang operator traktor ditemukan meninggal dunia di area perkebunan tebu Blok Jerukwangi, Dusun Ngareanak, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Minggu (9/8/2026).

Korban, Muryono (59), merupakan operator traktor yang bekerja di perkebunan tebu tersebut. Rekan kerjanya menemukan korban sekitar pukul 18.55 WIB setelah korban tidak kunjung kembali dari lokasi kerja.

Berangkat Kerja Sejak Pagi

Muryono berangkat bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Ia menjalankan tugas seperti biasa di area perkebunan tebu.

Biasanya, Muryono sudah pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, pada hari itu ia belum juga kembali.

Mandor perkebunan, Jokowi (54), kemudian mencoba menghubungi Muryono melalui telepon. Panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.

Jokowi melihat ponsel korban masih aktif. Ia merasa khawatir dan segera mengecek lokasi kerja Muryono bersama Tri Pujianto (42).

Keduanya kemudian menuju area perkebunan tempat Muryono bekerja.

Ditemukan dalam Kondisi Telungkup

Saat tiba di lokasi, Jokowi dan Tri menemukan Muryono dalam posisi telungkup. Mereka kemudian mengecek kondisi korban dan mendapati Muryono sudah meninggal dunia.

Pada bagian pelipis korban terdapat sedikit lecet. Luka tersebut diduga muncul setelah korban terjatuh dan kepalanya membentur tempat duduk berbahan kayu.

Petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Boja untuk pemeriksaan.

Berdasarkan informasi awal, Muryono memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami serangan jantung saat berada di lokasi kerja.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian. Pemeriksaan medis menjadi dasar untuk memastikan kondisi korban.

Keluarga Korban Sudah Dihubungi

Pihak terkait sudah menghubungi keluarga Muryono. Namun, keluarga belum dapat datang pada hari yang sama karena berada di luar wilayah Kendal.

Pihak perkebunan kemudian berkoordinasi untuk membantu proses pengurusan jenazah. Rencananya, keluarga membawa jenazah Muryono ke rumah duka di Salatiga.

Peristiwa ini menjadi perhatian bagi pekerja perkebunan. Area kerja yang luas membuat komunikasi dan pemantauan kondisi pekerja menjadi penting.

Terlebih bagi pekerja yang menjalankan tugas seorang diri, komunikasi dengan rekan kerja dapat membantu mempercepat penanganan ketika terjadi kondisi darurat.

Hingga proses pengurusan jenazah berlangsung, keluarga menunggu untuk membawa Muryono ke rumah duka dan melanjutkan proses pemakaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!