Lautan Manusia Padati Maqbaroh Sijeruk Kendal, Ada Apa di Ponpes Darul Muqorrobin?
​Kendal, ISR — Jalanan di sekitar Kelurahan Sijeruk mendadak penuh sejak Minggu pagi. Lautan manusia padati Maqbaroh Sijeruk Kendal hari itu. Area makam keluarga tersebut berubah menjadi hamparan putih. Ribuan jamaah datang berbondong-bondong dari dalam dan luar kota. Mereka ingin menghadiri acara khaul agung dua ulama karismatik.
​Banyak orang luar daerah mungkin penasaran. Sebenarnya ada apa di Ponpes Darul Muqorrobin hingga magnet spiritualnya sekuat ini? Rupanya, pesantren asuhan Habib Muhammad Firdaus Al Munawwar ini menggelar puncak Khaul Habib Masyhur Al Munawwar dan Habib Ali Al Munawwar. Acara tahunan ini sukses menyatukan hati para pemburu keberkahan.
​Sebulan Persiapan demi Sambut Tamu Sang Nabi
​Mengumpulkan ribuan orang tentu bukan perkara instan. Panitia butuh waktu satu bulan penuh untuk menyiapkan acara. Mereka merapikan tempat dan menyiapkan penyambutan tamu dengan matang.
​Malam sebelum acara, suasana religius sudah terasa. Para santriwan dan santriwati Ponpes Darul Muqorrobin melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Mereka menggelar khataman sebagai pembuka aliran berkah.
​Saat fajar menyingsing, suasana makin bergemuruh. Grup Sholawat Al Muqorrobin mulai melantunkan syair-syair pujian. Setelah itu, Habib Firdaus Al Munawwar memimpin pembacaan Kitab Istighotsah Rotibul Muqorrobin.
​Habib Ahmad Haidar Ali Al Munawwar juga ikut memberikan sambutan. Beliau merupakan cucu almarhum Habib Masyhur yang mewakili pihak keluarga. Suasana makin syahdu saat Habib Najib bin Habib Farid Al Munawwar menyampaikan ceramah agama. Terakhir, Habib Abdurrahman bin Muhammad Al Munawwar menutup majelis dengan doa yang menggetarkan hati.
​Cerita Bu Zaitun yang Rela Datang Pagi Buta
​Ada pemandangan berbeda pada momen kali ini. Panitia mengalihkan pengajian rutin Ahad Wagean ke area maqbaroh. Lokasinya berada 200 meter di sebelah timur pondok.
​Langkah ini bertujuan agar jamaah pengajian bisa melebur langsung dalam acara khaul. Keputusan tersebut sangat tepat. Semua elemen masyarakat menyatu tanpa sekat. Para ketua RT, tokoh masyarakat, ulama, hingga warga awam duduk bersama di atas tikar.
​Keikhlasan para jamaah terpancar jelas dari wajah Bu Zaitun. Wanita asal Gebanganom Kangkung ini rela berangkat pagi-pagi sekali. Ia menyewa kendaraan bersama rombongan tetangganya.
​”Kami sengaja datang bareng rombongan dari kampung, Mas. Tujuan kami cuma ingin cari berkah para habaib. Kami juga ingin silaturahmi dengan keluarga ahlul bait. Rasa lelah langsung hilang begitu sampai sini,” tutur Bu Zaitun dengan mata berkaca-kaca.
​Setelah doa selesai, pengasuh pesantren mengundang jamaah ke kediamannya. Mereka menikmati hidangan ramah tamah dengan hangat. Pertemuan akbar ini menjadi bukti nyata. Masyarakat Kendal masih merawat cinta mereka kepada ulama dengan sangat baik.
Demikian alasan mengapa Lautan manusia padati Maqbaroh Sijeruk Kendal
