Fraksi PPP Desak Pemkab Kendal Sanksi Tegas Proyek Galian C Kertosari

Licin dan Berdebu, Fraksi PPP Desak Pemkab Kendal Sanksi Tegas Proyek Galian C Kertosari

KENDAL, ISR – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Kendal mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pengelola proyek galian C di Desa Kertosari. Aktivitas tambang tersebut dinilai telah mengabaikan keselamatan warga dan pengguna jalan akibat dampak lingkungan yang ditimbulkannya.

​Desakan tersebut disampaikan oleh perwakilan Fraksi PPP DPRD Kendal, Abdul Syukur, di sela-sela kegiatan sosialisasi bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) di Balai Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kamis (21/5/2026). Agenda ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Kendal dari Fraksi PPP lainnya, yakni Masrifah Afna dan Irwan Subianto.

​Abdul Syukur mengungkapkan bahwa pihak penanggung jawab proyek galian diduga kuat telah melanggar sejumlah aturan operasional yang telah disepakati bersama.

​”Keluar masuk armada truk bermuatan tanah harusnya ditutup rapat menggunakan terpal agar material tidak berjatuhan di jalan raya. Mereka tidak memperhatikan lingkungan sekitar,” ujar Abdul Syukur kepada awak media.

​Ia menambahkan, kelalaian dalam mengantisipasi ceceran tanah ini berdampak fatal pada kondisi jalan raya. Saat diguyur hujan, jalur di sekitar lokasi berubah menjadi licin dan memicu kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, saat cuaca kemarau, polusi debu tebal sangat mengganggu kesehatan masyarakat.

​”Harapan kami, teguran keras secepatnya dilayangkan. Jika tidak ada respons dan pembenahan, kami akan terus mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi tegas, bahkan hingga penutupan proyek galian tersebut,” pungkasnya.

​Keluhan serupa juga disuarakan oleh para pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut. Nur, seorang warga Kecamatan Boja, mengaku selalu merasa cemas setiap kali melewati jalur tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi.

​”Kami sangat terganggu dengan aktivitas proyek tersebut. Kalau hujan lewat daerah situ rasanya waswas karena jalannya licin. Sebenarnya kalau mereka menaati aturan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tentu tidak akan sampai merugikan masyarakat seperti ini,” kata Nur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!