Bupati Kendal Disindir “Gercep Kulineran Tapi Budeg Soal Jalan”, Netizen Geram Jalur Darupono Jadi Kubangan Lumpur Galian C!
KENDAL, ISR – Jagat media sosial di Kendal mendadak memanas setelah video yang memperlihatkan para pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan berlumpur bekas galian C Sepetek, Singorojo viral. Insiden ini memicu gelombang kekesalan warga yang langsung menyerbu kolom komentar dan berbondong-bondong memention akun tokoh daerah, salah satunya @mbaktikakendal.
Warga menilai, kondisi jalur Darupono–Magelung–Protomulyo makin hari makin memprihatinkan akibat aktivitas galian C di Kaliwungu Selatan yang tak kenal waktu.
Protes Keras Operasional Truk yang Dianggap “Ugal-ugalan”
Netizen menyoroti jam operasional armada galian yang dinilai sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga sekitar. Keluhan ini salah satunya disuarakan oleh akun @fa***_***ra.
”Pripun niki bu @mbaktikakendal Galian C sepetek dan di kaliwungu selatan (Darupono – Magelung – Protomulyo) ora ngerti wayah dari pagi sampai malam masih beroperasi. Warga sekitar jadi resah dampak dari dump truk membahayakan dan ugal2 apabila tanpa muatan. Melek buk coba saja lewat ke jalan kaliwungu selatan-boja. Mirisss,” tulisnya.
Senada dengan hal itu, akun @gw***.m***ow juga mengeluhkan minimnya ketertiban lalu lintas armada pengangkut material tersebut yang kerap memicu kemacetan parah di batas kota.
”Pripun niki bu, kenapa separah ini. Ditambah batas kota kaliwungu dumtruk sangatlah sembrono sekali lalu lintas yg bikin kemacetan & keresahan warga apabila parkir di pinggir jalan & belok lampu merah tanpa muat sangatlah ugal2an. Tolong solusinya,” pintanya.
Jeritan Warga: “Udah Capek Kerja, Capek di Jalan”
Bagi sebagian warga yang setiap hari harus bermobilisasi melewati jalur tersebut, kondisi jalan hancur dan berlumpur ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga menguras kantong untuk biaya perawatan kendaraan.
Akun @me****fa_ meluapkan kekesalannya karena harus berulang kali memperbaiki sepeda motornya.
”@mbaktikakendal berlumpur + jalan makin ancurrr benerin motor tiap bulan gara2 tiap hari ada aja jalan berlubang, permukaan jalan makin bergelombang, udah capek kerja, capek dijalan, sering2 pulang lewat darupono bu biar tau!” cetus @meissyfa_.
Kritik bernada sindiran juga dilayangkan oleh akun @de***_den*** yang mempertanyakan skala prioritas penanganan fasilitas publik oleh pejabat setempat.
”Weruh ora donge bu @mbaktikakendal nek acara peresmian, kulineran kok gercep.. ngeleh po (tahu tidak sih bu, kalau acara peresmian atau kulineran kok cepat tanggap.. lapar apa ya?)” sindir akun tersebut.
Sindiran Menohok Soal “Budaya Rapat” dan Pembiaran
Puncak kekesalan netizen bermuara pada anggapan bahwa persoalan ini seolah-olah dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang, meskipun kondisi lapangan sudah berulang kali viral di media sosial.
”Satu potret sebuah kota yg banyakan rapat.. dan sekarang itulah hasilnya.. rakyat seringkali jadi korban.. karena terjadi pembiaran oleh penguasa.. padahal sdh sering kali diviralkan oleh temen-temen dari beberapa media sosial dan para netizen.. tapi,,? mereka semua mbudeg (tuli).. miris..” tulis @jond*** dengan kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan komentar senada terus membanjiri unggahan video tersebut. Warga Kaliwungu Selatan dan sekitarnya mendesak adanya langkah taktis, mulai dari pembersihan sisa lumpur, penertiban jam operasional armada galian C di Kaliwungu Selatan, hingga realisasi perbaikan jalan demi menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak.
