Pelantikan Bantara SMA NU 05 Brangsong Tanamkan Jiwa Tanggung Jawab dan Kepemimpinan
Brangsong — Gerakan Pramuka Gugus Depan 08.073–08.074 Pangkalan SMA NU 05 Brangsong menggelar kegiatan Pelantikan Bantara Ambalan Gus Dur – Hj. Sholichah pada Jumat–Sabtu, 16–17 Mei 2026 di lingkungan SMA NU 05 Brangsong. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti sebanyak 23 peserta dari siswa kelas X SMA NU 05 Brangsong.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pembina Pramuka, pelatih, guru pendamping, alumni bantara, serta tamu undangan dari pangkalan Pramuka sekolah lain yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada peserta pelantikan.
Apel pembukaan dipimpin langsung oleh Pembina Pramuka SMA NU 05 Brangsong, Khaerul Umam, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjalanan pengabdian seorang Pramuka Penegak.
“Pelantikan bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab. Seorang Bantara sejati bukan hanya bangga memakai atributnya, namun mampu menjaga sikap, menguatkan persaudaraan, dan menjadi teladan dalam setiap langkahnya,” tutur Khaerul Umam, S.Pd.
Rangkaian kegiatan pelantikan berlangsung selama dua hari dengan berbagai agenda, mulai dari cekling peserta, upacara pembukaan, musyawarah ambalan, sidang komisi, sidang pleno, hingga perundingan materi dan pelantikan resmi Bantara. Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan pembinaan mental, penguatan kedisiplinan, kerja sama tim, serta pengamalan nilai-nilai kepramukaan.
Kepala SMA NU 05 Brangsong dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kepramukaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan pelantikan Bantara ini, sekolah berharap peserta didik mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat gotong royong, dan akhlak yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Pramuka Kak Darul Quthni menegaskan bahwa proses menjadi seorang Bantara membutuhkan kesiapan mental dan sikap yang dewasa.
“Bantara bukan hanya tingkatan dalam Pramuka, tetapi simbol kesiapan diri untuk belajar memimpin, melayani, dan bertanggung jawab. Kami berharap seluruh peserta mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dengan mengusung semangat “Pramuka Menyiapkan Generasi Muda yang Sehat, Cerdas, dan Berkarakter dalam Implementasi Merdeka Belajar”, kegiatan Pelantikan Bantara SMA NU 05 Brangsong diharapkan mampu melahirkan kader-kader Pramuka yang aktif, disiplin, dan mampu menjadi teladan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
