Parenting dan Sungkeman, SMA NU 05 Brangsong Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah Bentuk Generasi Berakhlakul Karimah
Brangsong – SMA NU 05 Brangsong menggelar kegiatan Parenting & Character Building Kelas X sebagai langkah memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlakul karimah, serta berbakti kepada orang tua. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Sinergi Sekolah dan Keluarga, Menanamkan Karakter, Menguatkan Bakti kepada Orang Tua” ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Sidorejo, Sabtu (25/7/2026), dan diikuti sekitar 260 peserta yang terdiri atas siswa kelas X beserta orang tua.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA NU 05 Brangsong Ana Khoirul Umami, S.S., Pengurus SMA NU 05 Brangsong Drs. H. Mawardi, dewan guru, staf, dan karyawan SMA NU 05 Brangsong, serta seluruh wali murid kelas X.
Sebelum acara resmi dimulai, para tamu disambut dengan penampilan Tari Geol-Geol yang dibawakan oleh siswa Ekstrakurikuler Tari SMA NU 05 Brangsong. Penampilan tersebut menjadi praacara penyambutan peserta sekaligus menampilkan kreativitas dan potensi seni yang dimiliki peserta didik.
Rangkaian acara kemudian dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan, pembacaan tahlil, sambutan Kepala Sekolah, sambutan perwakilan wali murid, seremonial penyerahan murid baru, penyerahan seragam sekolah gratis secara simbolis, penyampaian materi parenting, prosesi sungkeman dan basuh kaki orang tua, serta ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter yang kuat melalui kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua.
“Kami mengajak Bapak dan Ibu untuk bersama-sama membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlakul karimah. Kepedulian terhadap akhlak anak harus menjadi prioritas. Guru mendidik di sekolah, sedangkan orang tua membimbing dan mengawasi aktivitas anak di rumah. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan,” ujar Ibu Ana Khoirul Umami, S.S.
Ibu Ana Khoirul Umami juga mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa mendoakan putra-putrinya agar menjadi generasi yang saleh dan salehah, mampu mengangkat derajat orang tua, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan wali murid, Bapak Dimyati, menyampaikan apresiasi kepada SMA NU 05 Brangsong atas terselenggaranya kegiatan parenting yang mampu menyatukan visi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak.
Dalam sambutannya, ia mewakili seluruh wali murid secara simbolis menyerahkan putra-putra mereka kepada bapak dan ibu guru SMA NU 05 Brangsong untuk dididik, dibimbing, serta diarahkan dengan penuh kesabaran agar menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Prosesi tersebut dilanjutkan dengan penyerahan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada salah satu peserta didik baru. Penyerahan dilakukan oleh Kepala SMA NU 05 Brangsong kepada Bapak Dimyati bersama putranya sebagai simbol komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan sekaligus membantu kebutuhan awal peserta didik baru. Paket seragam yang diserahkan meliputi tiga stel seragam OSIS, seragam batik Ma’arif, dan seragam olahraga.

Memasuki acara inti, peserta mendapatkan materi bertajuk “Rumah adalah Sekolah Pertama, Sekolah adalah Rumah Kedua: Membangun Kesepakatan, Bukan Sekadar Harapan” yang disampaikan oleh M. Juharuddin, M.Pd., CEO Cahaya Foundation.
Dalam pemaparannya, M. Juharuddin menegaskan bahwa rumah merupakan sekolah pertama bagi anak, sedangkan sekolah adalah rumah kedua yang harus berjalan seiring dalam membangun karakter. Ia mengajak orang tua untuk lebih banyak mendengar daripada menghakimi, lebih sering memberi perhatian daripada tekanan, serta membangun komunikasi yang hangat dengan anak.
Materi disampaikan secara interaktif. Orang tua diminta menuliskan harapan terbaik kepada putra-putrinya pada secarik kertas, sedangkan para siswa menuliskan satu kalimat ucapan terima kasih kepada orang tua. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Kontrak Hati, yakni komitmen bersama antara orang tua dan anak untuk saling mendengar, saling memahami, saling menghargai, serta terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Puncak kegiatan berlangsung dalam prosesi sungkeman dan basuh kaki orang tua. Dengan iringan musik instrumental yang lembut, para siswa diajak merenungkan kembali kasih sayang dan perjuangan ayah serta ibu yang telah membesarkan, merawat, dan mengorbankan waktu, tenaga, serta doa demi masa depan anak-anaknya.
Setelah sesi renungan, para siswa menghadap orang tua masing-masing, menyampaikan ucapan terima kasih, memohon maaf atas segala kesalahan, kemudian bersimpuh untuk sungkem. Prosesi dilanjutkan dengan membasuh kaki orang tua sebagai simbol kerendahan hati, rasa syukur, penghormatan, dan bakti atas pengorbanan yang telah diberikan selama ini.

Suasana Gedung Serbaguna pun berubah menjadi sangat haru. Isak tangis terdengar di berbagai sudut ruangan. Tidak hanya para siswa dan orang tua yang meneteskan air mata, tetapi juga banyak guru, staf, karyawan, bahkan tamu undangan yang turut larut dalam suasana penuh emosional tersebut. Pelukan hangat antara anak dan orang tua, disertai doa yang dipanjatkan dengan tulus, menjadikan prosesi sungkeman sebagai momen paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan.
Usai prosesi tersebut, orang tua meletakkan tangan di kepala atau pundak anak sambil memanjatkan doa terbaik dengan penuh ketulusan. Suasana penuh haru semakin terasa ketika setiap orang tua memohon kepada Allah SWT agar putra-putri mereka tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah, sukses dunia akhirat, serta menjadi kebanggaan keluarga.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengucapkan komitmen bersama. Orang tua berjanji menjadi tempat pulang yang penuh kasih, lebih banyak mendengar daripada menghakimi, dan senantiasa mendoakan anak-anak mereka. Sementara para siswa berkomitmen belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui kegiatan Parenting & Character Building, SMA NU 05 Brangsong berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, berakhlakul karimah, serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

Smanulibr jaya jaya jaya