Pelatihan Jurnalistik Bekali Kader IPNU-IPPNU Patebon Bangun Media Organisasi yang Kredibel
KENDAL, ISR – Pelatihan Jurnalistik menjadi salah satu materi penting dalam Latihan Kader Muda (LAKMUD) PAC IPNU-IPPNU Patebon. Melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami pentingnya media organisasi sebagai sarana menyampaikan informasi yang akurat, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sekitar 30 peserta mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung di Gedung MWC NU Patebon, Sabtu (26/7/2026). Selain peserta LAKMUD, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Patebon. Panitia menghadirkan jurnalis muda Irsyad Akil sebagai narasumber utama.
Bekal Membangun Media Organisasi
Dalam pemaparannya, Irsyad Akil menjelaskan bahwa jurnalistik tidak hanya berbicara tentang kemampuan menulis. Lebih dari itu, jurnalistik mengajarkan kader untuk mencari fakta, melakukan verifikasi, lalu menyampaikan informasi secara jujur dan berimbang.
Menurutnya, media organisasi memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus berdasarkan fakta, bukan sekadar opini atau propaganda.
“Media organisasi bukan hanya tempat mengunggah dokumentasi kegiatan. Media menjadi wajah organisasi yang menunjukkan gagasan, kerja nyata, dan tanggung jawab kepada masyarakat. Karena itu, setiap informasi harus berdasarkan fakta,” jelasnya.
Peserta Belajar Menulis Berita
Selain menyampaikan materi teori, narasumber juga mengajak peserta memahami sejarah jurnalistik, kode etik profesi, unsur 5W+1H, hingga teknik menyusun berita menggunakan struktur lead, body, dan ending.
Selanjutnya, peserta langsung mempraktikkan materi dengan menulis berita berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung. Melalui metode tersebut, peserta lebih mudah memahami proses penyusunan berita yang sistematis dan mudah dipahami pembaca.
Latih Berpikir Kritis dan Verifikasi Fakta
Irsyad menilai kemampuan menulis akan menjadi bekal penting bagi kader pelajar. Sebab, kader yang mampu menulis dapat mendokumentasikan setiap gerakan organisasi sekaligus menyampaikan gagasan kepada masyarakat secara profesional.
Selain itu, jurnalistik juga melatih kemampuan berpikir kritis. Kader belajar memverifikasi informasi, memilah fakta, serta menyampaikan berita secara berimbang sesuai dengan kode etik jurnalistik.
“Menulis adalah cara menjaga gagasan tetap hidup. Organisasi yang mampu mendokumentasikan setiap gerakannya dengan baik akan lebih mudah membangun kepercayaan dan memberikan inspirasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta membiasakan diri membaca dan menulis sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Jika ingin menjadi pemimpin yang baik, biasakan membaca, berpikir kritis, lalu menulis. Seorang kader harus mampu mengubah setiap peristiwa menjadi pengetahuan yang bermanfaat melalui karya jurnalistik,” tutupnya.
Perkuat Kapasitas Kader
Melalui pelatihan ini, PAC IPNU-IPPNU Patebon berharap kader memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik sekaligus mampu mengelola media organisasi secara profesional.
Dengan bekal tersebut, kader diharapkan tidak hanya aktif menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menyampaikan setiap kegiatan kepada masyarakat melalui karya jurnalistik yang kredibel, edukatif, dan bertanggung jawab.
