Truk Besar di Kaliwungu Masih Terabas Larangan, Jalan KH Asy’ari Terancam Rusak Parah
KENDAL, ISR – Keluhan masyarakat terkait aktivitas truk besar di Kaliwungu semakin mencuat. Meski rambu larangan melintas telah dipasang secara permanen, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak pengemudi kendaraan berat yang abai, sehingga memicu kemacetan kronis dan kerusakan infrastruktur di sepanjang Jalan KH Asy’ari.
Titik Kepadatan dan Keluhan Warga
Kemacetan akibat mobilitas truk besar di Kaliwungu paling parah terpantau di koridor perempatan Masjid Al Muttaqin hingga area depan Pasar Gladak. Kondisi ini sangat terasa pada jam-jam sibuk, terutama saat arus keberangkatan dan kepulangan kerja masyarakat setempat.
Ukurannya yang masif di jalur yang tergolong sempit membuat truk besar di Kaliwungu kerap memakan badan jalan, sehingga kendaraan pribadi dan roda dua terjebak dalam antrean panjang.
Dampak Lingkungan dan Kerusakan Aspal
Kehadiran truk besar di Kaliwungu tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga membawa dampak negatif lainnya bagi kenyamanan warga:
Polusi Debu: Di musim kemarau, getaran dan beban dari kendaraan berat ini memicu debu tebal yang mengganggu pernapasan warga dan kebersihan pertokoan.
Aspal Cepat Rusak: Jalan KH Asy’ari yang tidak didesain untuk beban tonase tinggi kini mulai mengalami kerusakan aspal. Lubang-lubang jalan yang muncul akibat lintasan truk besar di Kaliwungu ini sangat membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor.
Warga Desak Pemasangan Portal Fisik
Melihat rambu-rambu yang sering diabaikan oleh para sopir, warga mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih ekstrem. Muncul usulan kuat agar dipasang portal fisik di titik masuk jalan tersebut, meniru keberhasilan yang telah dilakukan di wilayah Ngaliyan untuk menghalau kendaraan berat.
”Rambu saja tidak cukup untuk menghentikan truk besar di Kaliwungu. Perlu ada tindakan tegas seperti pemasangan portal agar mereka benar-benar beralih ke jalur lingkar atau jalur utama Pantura yang semestinya,” ujar salah satu warga Kaliwungu.
Diharapkan pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian segera merespons keresahan ini demi menjaga keawetan jalan dan kenyamanan mobilitas warga di wilayah Kaliwungu.
