Petugas Puskesmas Brangsong 1 melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa kelas XII SMA NU 05 Brangsong dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kamis (29/4/2026).

Cek Kesehatan Gratis di SMA NU 05 Brangsong, Deteksi Dini Kesehatan dan Perilaku Siswa

Brangsong – Sebanyak 132 siswa kelas XII SMA NU 05 Brangsong mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melalui Puskesmas Brangsong 1, pada Kamis (29/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program skrining kesehatan pelajar yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional.

Petugas Puskesmas Brangsong 1, Maskanah, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan kesehatan gigi, telinga, dan mata, serta skrining penyakit seperti tuberkulosis (TBC), kesehatan jiwa, pemeriksaan gula darah hingga HIV.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan siswa sehingga apabila ditemukan potensi gangguan kesehatan dapat segera ditangani secara tepat,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, secara umum kondisi kesehatan siswa dinyatakan baik. Namun demikian, petugas menemukan beberapa siswa dengan keluhan kesehatan, di antaranya kasus gigi berlubang serta kondisi otitis eksternal. Siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut diberikan surat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Sejak pagi hari, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dengan tertib. Mereka berbaris rapi menunggu giliran pemeriksaan, meskipun beberapa terlihat tegang. Namun, berkat pendekatan ramah dari petugas kesehatan, seluruh siswa dapat menjalani proses pemeriksaan dengan lancar.

Selain pemeriksaan kesehatan fisik, dalam kegiatan ini juga dilakukan skrining perilaku merokok melalui pengisian formulir khusus oleh siswa. Form skrining tersebut memuat pertanyaan terkait kebiasaan merokok, seperti status merokok, usia pertama kali mencoba, alasan merokok, hingga pengaruh lingkungan pertemanan maupun keluarga.

Siswa juga diminta mengisi informasi mengenai jumlah konsumsi rokok, durasi kebiasaan merokok, serta tingkat pemahaman terhadap dampak buruk rokok. Tidak hanya itu, form tersebut turut menggali keinginan siswa untuk berhenti merokok serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Melalui skrining ini, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi secara dini perilaku berisiko sekaligus memberikan edukasi yang tepat. Data yang diperoleh menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan, konseling, maupun tindak lanjut kesehatan bagi siswa.

Kepala SMA NU 05 Brangsong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, baik dari sisi fisik maupun perilaku hidup sehat.

Salah satu siswa, Khoirul Anas, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu kondisi kesehatan saya secara langsung. Kegiatannya juga menambah wawasan, terutama tentang pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selain siswa, pemeriksaan kesehatan juga terbuka bagi bapak dan ibu guru yang ingin melakukan pengecekan kesehatan di lokasi yang sama.

Guru Penjasorkes SMA NU 05 Brangsong, Tri Ganang Rahmanto, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini. Ia menilai kegiatan CKG sangat relevan dengan pendidikan jasmani dan kesehatan yang diajarkan di sekolah. Menurutnya, kesehatan tidak hanya dipahami secara teori di kelas, tetapi juga perlu didukung dengan pemeriksaan nyata seperti ini.

“Melalui kegiatan ini, siswa bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung, sehingga lebih sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat. Ini juga menjadi bagian dari edukasi preventif agar siswa terhindar dari penyakit sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam mendukung kegiatan olahraga dan kebugaran siswa agar tetap sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.

Program yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI ini pun disambut positif oleh seluruh warga sekolah. Para guru menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menjaga kesehatan peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berprestasi. Sementara itu, siswa mendapatkan pengalaman baru sekaligus pemahaman tentang kondisi kesehatan diri mereka masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!