Banjir Bandang Citrosono Grabag, Lazismu Kota Magelang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Magelang – Banjir bandang Citrosono Grabag yang melanda Dusun Batur, Desa Citrosono, Grabag, Magelang beberapa hari lalu menggerakkan empati warga Muhammadiyah Kota Magelang. Atas kejadian ini, sebanyak 11 warga terdampak langsung menerima bantuan dari Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang.
Merespons banjir bandang Citrosono Grabag tersebut, Lazismu Kota Magelang langsung bergerak menyalurkan paket sembako, kompor gas, serta dana operasional senilai Rp1 juta. Dana tersebut khusus mendukung kegiatan relawan yang masih membersihkan bukit lokasi sumber banjir.
Bergerak Cepat Setelah Laporan Masuk
Manajer Lazismu Kota Magelang, Fury Fariansyah, mengungkapkan bahwa timnya bergerak setelah jaringan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melaporkan situasi di lapangan.
“Saat itu kami mendapatkan laporan dari teman-teman MDMC Kota Magelang. Informasi itu didapat dari teman-teman MDMC Kab. Magelang. Sebagai kota penyangga, kami memantau hasil assessment dari teman-teman relawan,” jelasnya, Ahad (15/05/2026).
Selain itu, Ketua Lazismu Kota Magelang, Nugroho Adibroto, mengungkapkan bahwa kedekatan emosional turut mendorong langkah cepat ini. Salah satu amil Lazismu sendiri merupakan warga asli setempat.
“Bantuan yang kita berikan merupakan amanah para muzakki. Kami berharap ini menjadi amal baik bagi para muzakki yang sudah mengamanahkan hartanya melalui Lazismu Kota Magelang,” katanya.
Bantuan Tepat Sasaran Lewat Koordinasi PCM Grabag
Selanjutnya, tim Lazismu bersama relawan MDMC Kota Magelang mendatangi posko yang pemerintah desa dirikan. Mereka berkoordinasi langsung dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grabag untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami sampaikan terima kasih atas empati warga Muhammadiyah Kota Magelang. Semoga langkah kebaikan ini bermanfaat bagi warga terdampak dan menguatkan syiar dakwah kami di Grabag,” ujar Ketua PCM Grabag, Mukhlasin.
Warga Hanya Bisa Berdoa Saat Air Menerjang
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Zen, masih mengingat jelas kepanikan saat kejadian berlangsung. Tepat setelah maghrib, air bercampur kayu tiba-tiba turun dari bukit setelah hujan deras mengguyur cukup lama.
“Jalan depan rumah ini sudah seperti kali. Tidak hanya batu, kayu-kayu kopi turun. Dan kami hanya bisa melihat sambil berdoa,” ulasnya dengan nada haru.
Meski demikian, Zen menegaskan bahwa bantuan yang datang memberi kelegaan luar biasa bagi warga. Ia pun menyampaikan terima kasih yang dalam kepada seluruh warga Muhammadiyah Kota Magelang atas kepedulian nyata ini.
Kolaborasi Lazismu dan MDMC, Bukti Gotong Royong
Sebagai penutup, dalam aksi sosial ini Lazismu Kota Magelang menggandeng Relawan Muhammadiyah Kota Magelang (MDMC) sebagai mitra kolaborasi. Bersama-sama, mereka membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan nyata di tengah masyarakat. (Fury Fariansyah)
