Dua santri Ponpes Darul Muqorrobin asal Batam dan Boja Kendal usai mengikuti prosesi khataman dan tasyakuran hafalan 30 juz Al-Qur’an di Sijeruk, Kendal.
Dua santri Ponpes Darul Muqorrobin asal Batam dan Boja Kendal usai mengikuti prosesi khataman dan tasyakuran hafalan 30 juz Al-Qur’an di Sijeruk, Kendal.

Dua Santri Darul Muqorrobin Asal Batam dan Boja Khatam 30 Juz

Kendal — Dua Santri Darul Muqorrobin Asal Batam dan Boja Khatam 30 Juz dalam acara Khataman dan Tasyakuran Huffadz yang digelar di Masjid Pondok Pesantren Darul Muqorrobin Sijeruk, Kendal, Rabu (13/5/2026). Suasana haru menyelimuti kegiatan yang dihadiri wali santri, para asatidz, serta ratusan santri-santriwati ponpes tersebut.

Acara Dua Santri Darul Muqorrobin Asal Batam dan Boja Khatam 30 Juz menjadi momen penuh syukur bagi keluarga besar pondok pesantren. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema sejak pukul 10.30 WIB sebagai tanda selesainya hafalan Al-Qur’an 30 juz oleh dua santri, yakni Muhammad Faqih Nurfatoni asal Batam, Kepulauan Riau dan Muhammad Mufatikhul Husni asal Boja, Kendal.

Pengasuh Ponpes Darul Muqorrobin, Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar, menyampaikan rasa haru dan bangga atas capaian kedua santri tersebut. Dalam mauidhoh hasanahnya, ia menyebut keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an dari berbagai daerah.

“Hari ini Allah menitipkan dua penjaga Al-Qur’an baru dari ujung barat dan dari tetangga desa sendiri. Faqih dari Batam, Khusni dari Boja. Beda pulau, tapi satu tujuan, yakni menjaga Kalamullah,” tuturnya.

Muhammad Faqih Nurfatoni mengaku perjuangan menghafal Al-Qur’an selama dua tahun di perantauan bukan hal mudah. Kerinduannya kepada keluarga di Batam menjadi penyemangat untuk terus istiqamah belajar dan menghafal.

“Kangen Batam obatnya ya ngaji. Alhamdulillah, ini jadi kado terindah untuk abah dan umi,” ujarnya lirih.

Sementara itu, Muhammad Mufatikhul Husni mengatakan dirinya termotivasi menjadi hafidz Al-Qur’an karena ingin memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di akhirat kelak.

“Dari Boja ke Kendal memang dekat, tapi perjalanan menghafal Qur’an ini panjang. Mohon doa agar istiqamah,” katanya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin muassis Ponpes Darul Muqorrobin serta prosesi sungkeman kepada orang tua. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan diakhiri sesi foto bersama seluruh hadirin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!