Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyapa jemaah kloter KJT 37 - Bekasi di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/05/2026) petang.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyapa jemaah kloter KJT 37 - Bekasi di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/05/2026) petang.

Jelang Puncak Haji 2026: Menhaj Larang Jemaah Umrah Berkali-kali, Ini Alasannya

Jeddah – Kabar penting bagi seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci. Jelang Puncak Haji 2026, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meminta jemaah membatasi aktivitas fisik. Jemaah sebaiknya tidak memaksakan diri melakukan umrah sunnah berkali-kali demi menjaga stamina.

​Gus Irfan, sapaan akrabnya menyampaikan peringatan tersebut saat memimpin rombongan Amirul Hajj gelombang kedua (Tim KH Ahmad Dahlan). Mereka baru saja mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/05/2026) sore. Jelang Puncak Haji 2026 ini, pemerintah menjadikan faktor kesehatan sebagai fokus utama. Jemaah akan segera menghadapi fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

​Risiko Kesehatan yang Diwaspadai

​Menhaj melarang umrah sunnah hingga tiga atau empat kali bukan tanpa alasan. Stamina jemaah harus benar-benar hemat untuk menghadapi wukuf di Arafah. Wukuf merupakan inti dari ibadah haji.

​”Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” kata Gus Irfan saat menyapa jemaah kloter KJT 37 – Bekasi di bandara.

​Selain membatasi umrah sunnah, pemerintah juga memberi aturan ketat bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Menhaj melarang keras KBIHU menggelar kegiatan city tour atau jalan-jalan sebelum seluruh fase puncak haji selesai.

​Kabar Baik: Angka Jemaah Wafat Menurun

​Di luar peringatan tersebut, Menhaj membawa kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Tim Amirul Hajj menerima laporan bahwa angka kematian jemaah tahun ini lebih rendah daripada musim haji lalu.

​Hingga hari ini, sekitar 93 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Tanah Suci. Pemerintah berharap tren kesehatan yang baik ini bertahan sampai seluruh ibadah selesai. Petugas akan terus mengawal jemaah hingga mereka pulang ke Tanah Air.

​Finalisasi Jalur Armuzna Demi Kesuksesan Haji

​Pemerintah Indonesia terus menggelar rapat evaluasi setiap malam untuk memastikan segalanya lancar. Tim mengecek dan mematangkan berbagai aspek krusial. Aspek tersebut meliputi skema pergerakan jemaah, kesiapan armada transportasi, hingga jalur distribusi konsumsi selama di Armuzna.

​Bagi pemerintah, keberhasilan pelayanan di Armuzna menjadi indikator utama. Jika fase kritis tersebut berjalan sesuai harapan, maka 80 persen penyelenggaraan haji tahun ini sudah sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!