Foto: Ahsan Fauzi / MCH 2026 — Jemaah haji asal kloter YIA 21 saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (16/05/2026).
Foto: Ahsan Fauzi / MCH 2026 — Jemaah haji asal kloter YIA 21 saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (16/05/2026).

Jelang Armuzna, 32 WNI Dicegah Berhaji Nonprosedural di Soetta

Makkah — Jelang Armuzna, 32 WNI dicegah berhaji nonprosedural di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah tiba di Makkah dan siap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menegaskan jelang Armuzna, 32 WNI dicegah berhaji nonprosedural sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga keselamatan dan kepastian hukum jemaah. Seluruh layanan haji Indonesia hingga hari ke-26 operasional berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Seluruh Jemaah Reguler Sudah di Makkah

“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berada di Makkah. Ini menjadi fase penting karena seluruh energi layanan mulai difokuskan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Suci Annisa di Makkah, Sabtu (16/05/2026).

Berdasarkan data operasional terakhir, sebanyak 430 kloter dengan 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sebanyak 418 kloter dengan 161.591 jemaah dan 1.672 petugas kini sudah menginjakkan kaki di Makkah. Untuk jemaah haji khusus, 11.739 jemaah sudah hadir di Arab Saudi.

Layanan Diperkuat, Petugas Bergerak Mengikuti Jemaah

Selesainya pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah mendorong Kemenhaj menggeser petugas untuk memperkuat layanan di Makkah dan Armuzna. Penguatan menyentuh seluruh lini — transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.

“Petugas bergerak mengikuti kebutuhan jemaah. Ketika seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah, maka penguatan layanan juga dipusatkan di Makkah dan Armuzna,” jelas Suci.

Kemenhaj bersama PPIH terus mematangkan kesiapan Armuzna, mulai dari finalisasi manifest, pemetaan pergerakan jemaah, kesiapan bus dan tenda, distribusi konsumsi, layanan kesehatan, hingga mitigasi perlindungan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi.

Jemaah Diminta Hemat Energi Sebelum Armuzna

Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mengatur stamina sejak sekarang. Kurangi aktivitas tidak mendesak di luar hotel, perbanyak istirahat, dan jaga asupan makanan — terutama di siang hari saat suhu Makkah mencapai puncaknya.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Armuzna membutuhkan stamina yang baik, karena itu jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri,” tegas Suci.

32 WNI Dicegah Berhaji Nonprosedural di Soetta

Per 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural bersama unsur terkait menghentikan langkah 32 WNI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka terindikasi hendak menunaikan haji tanpa visa resmi dan dokumen yang sah.

Kemenhaj mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran keberangkatan cepat tanpa antrean yang belakangan marak beredar.

“Jangan mempertaruhkan keselamatan dan kepastian hukum hanya karena iming-iming berangkat cepat tanpa antrean. Ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi,” tegas Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!