Jemaah SUB 71 tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. (Foto: Ahsan Fauzi / MCH 2026)
Jemaah SUB 71 tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. (Foto: Ahsan Fauzi / MCH 2026)

Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk hemat tenaga jelang puncak haji 1447 H/2026 M. Kemenhaj mendorong jemaah fokus mempersiapkan diri menuju fase puncak ibadah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa puncak haji menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama siang hari. Suhu di Makkah dan Madinah kini mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.

“Jemaah perlu hemat tenaga jelang puncak haji ini. Cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5/2026).

132.057 Jemaah Telah Diberangkatkan

Hingga hari ke-21 operasional haji, Kemenhaj mencatat 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas sudah bertolak ke Arab Saudi. Sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas sudah tiba di Makkah dari Madinah.

Untuk gelombang kedua melalui Jeddah, 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas sudah mendarat. Sementara itu, 5.766 jemaah haji khusus juga sudah berada di Arab Saudi.

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Diminta Waspada

Kemenhaj mengingatkan jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi agar segera melapor ke petugas jika mengalami keluhan. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau penurunan kondisi tubuh.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

Maria juga menekankan peran penting KBIHU dalam mendampingi jemaah. KBIHU harus memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan, selain menjalankan bimbingan manasik.

Atur Pergerakan, Patuhi Arahan Petugas

Kemenhaj menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi jelang puncak haji. Jemaah wajib mematuhi arahan petugas, baik saat bergerak dari hotel ke Masjidil Haram, dari Madinah ke Makkah, maupun saat persiapan menuju Armuzna.

Khusus jemaah gelombang kedua via Jeddah, Maria mengimbau agar mengenakan kain ihram sejak di embarkasi. Mereka akan mengambil miqat dalam perjalanan dan langsung melaksanakan umrah wajib setibanya di Makkah.

24 Jemaah Wafat, 67 Masih Dirawat

Hingga kini, 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Kemenhaj mencatat satu jemaah wafat pada Ahad, 10 Mei 2026. Ia adalah Kasiani Sigito Tarmidi dari KNO 8, asal Kota Medan, Sumatera Utara. Total jemaah yang wafat di Arab Saudi kini berjumlah 24 orang.

“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.

Maria mengapresiasi seluruh petugas haji yang terus memberikan pelayanan terbaik. Ia mengajak jemaah menjaga kesehatan, hemat tenaga, mematuhi aturan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!