Bu Sisca sidak pengelolaan sampah Kendal di TPA Darupono

Pengelolaan Sampah Kendal di TPA Darupono Tak Optimal, Ini 3 Masalahnya

KENDAL, ISR – Keterbatasan alat berat, akses jalan yang buruk, serta sistem pengurukan yang tidak mumpuni menjadi tiga masalah utama penyebab tersendatnya pengelolaan sampah di TPA Darupono Kabupaten Kendal. Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritania, meninjau langsung lokasi TPA dalam inspeksi mendadak (sidak), Senin (11/5/2026).

​Penumpukan sampah yang tidak terkendali telah memicu antrean panjang truk pengangkut yang mengular di pintu masuk. Sisca menyebut keterbatasan alat berat menjadi akar masalah utama. Minimnya fasilitas ini menghambat proses pemindahan dan penataan sampah di area pembuangan. Akibatnya, ritme kerja petugas lapangan tidak mampu mengejar volume sampah yang masuk setiap harinya.

​“Selama ini memang ada tiga hal yang menyebabkan trouble. Salah satunya kita belum settle terkait alat berat, kita masih kekurangan alat berat,” ujar Sisca saat memberikan keterangan di lokasi sidak.

Krisis Alat Berat dan Akses Jalan

​Selain fasilitas mekanis, infrastruktur fisik menuju titik pembuangan turut memperparah keadaan. Jalan yang sempit dan rusak membuat mobil pengangkut sulit bermanuver. Hal ini menciptakan hambatan logistik yang serius bagi sistem pengelolaan sampah Kendal.

​Sisca menegaskan bahwa aksesibilitas jalan merupakan prioritas jangka pendek yang harus segera tuntas. Tanpa jalan yang memadai, aktivitas distribusi sampah akan terus mengalami stagnasi meskipun armada truk tersedia.

​“Yang kedua itu jalan akses menuju sampah. Paling tidak yang paling dekat jalan dulu harus dibenahi supaya akses lebih enak,” tegasnya.

Minim Anggaran Pengadaan Fasilitas

​Sistem pengurukan sampah di TPA Darupono juga mendapat sorotan tajam karena dinilai belum mumpuni. Dampaknya, tumpukan sampah kian meninggi tanpa penanganan teknis yang standar. “Pengurukan sampahnya memang belum mumpuni,” tambah Sisca.

​Merespons temuan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal mengakui adanya keterbatasan fiskal. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Limbah B3 dan Pertamanan DLH Kendal, Luqni Kaharudin, menyatakan perbaikan jalan akan segera dilakukan.

​Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar tahun ini khusus untuk akses jalan. Namun, harapan untuk menambah armada alat berat baru harus tertunda cukup lama.

​“Pengadaan alat berat baru belum dapat dilakukan pada tahun ini dan baru akan diusulkan pada 2027,” ungkap Luqni. Saat ini, operasional hanya bergantung pada dua unit alat berat, yang salah satunya berstatus sewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!