Irwan Subiyantoro Tegaskan Stadion Kebondalem Tak Dibangun Sirkuit Permanen, Ini Konsepnya
KENDAL, ISR – Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kendal sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Irwan Subiyantoro, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal tidak akan membangun sirkuit permanen di Stadion Kebondalem. Pemkab hanya mengoptimalkan halaman stadion agar berfungsi sebagai arena otomotif sekaligus fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Irwan menyampaikan penegasan itu untuk meluruskan persepsi masyarakat setelah ajang Kendal Merdeka Drag Bike 2026 pada Minggu (2/8/2026). Kejuaraan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 tersebut menarik sekitar 450 starter dari berbagai daerah. Ribuan penonton juga memadati lokasi perlombaan.
Antusiasme Drag Bike Dorong Penyediaan Fasilitas
Irwan menilai tingginya antusiasme peserta membuktikan bahwa olahraga otomotif memiliki banyak peminat di Kendal. Namun, hingga kini Kendal belum memiliki lintasan balap yang memadai.
Selama ini panitia masih menggunakan Jalan Mataram sebagai sirkuit nonpermanen. Kondisi tersebut mengharuskan penutupan jalan umum setiap kali kejuaraan berlangsung. Karena itu, Pemkab mencari solusi agar kegiatan otomotif tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan.
Berawal dari Program Pengaspalan Halaman Stadion
Irwan menjelaskan, rencana itu berawal dari program Disporapar Kabupaten Kendal yang akan memperbaiki sekaligus mengaspal halaman Stadion Kebondalem.
Melihat peluang tersebut, komunitas otomotif bersama IMI Kendal mengusulkan agar pengaspalan menggunakan aspal hotmix tanpa pembatas permanen. Dengan konsep itu, halaman stadion tetap terbuka dan mudah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
Arena Multifungsi untuk Berbagai Cabang Olahraga
Irwan menegaskan bahwa area tersebut bukan sirkuit permanen.
“Yang dibangun bukan sirkuit permanen. Halaman stadion tetap menjadi fasilitas umum yang bisa dipakai bersama. Saat tidak digunakan untuk otomotif, masyarakat tetap bisa memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas olahraga,” katanya.
Menurutnya, konsep multifungsi memberikan manfaat yang lebih luas. Arena itu dapat digunakan untuk drag bike, road race, slalom, sepatu roda, sepeda, skateboard, hingga berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat.
Sirkuit Permanen Ditunda karena Efisiensi Anggaran
Irwan mengungkapkan, Pemkab Kendal sebenarnya pernah menyiapkan anggaran pembangunan sirkuit permanen. Namun, pemerintah menunda program tersebut setelah muncul kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia berharap pemerintah tetap menghadirkan fasilitas yang aman bagi para pecinta otomotif. Dengan begitu, generasi muda memiliki tempat untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan prestasi.
Diharapkan Mampu Menekan Balap Liar
Irwan menilai keberadaan arena otomotif menjadi salah satu solusi untuk mengurangi balap liar yang masih sering terjadi, terutama di jalur arteri Weleri.
“Kami sangat menyayangkan tiap sore masih ada balap liar di arteri Weleri. Sebisa mungkin pemerintah hadir memberikan fasilitas agar hobi anak-anak muda tersalurkan di tempat yang aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, arena tersebut juga dapat menjadi pusat pembinaan atlet otomotif di bawah naungan IMI Kabupaten Kendal. Dengan adanya fasilitas itu, penyelenggara tidak perlu lagi menutup jalan umum saat menggelar kejuaraan. Aktivitas masyarakat pun tetap berjalan normal.
Stadion Kebondalem sebelumnya juga beberapa kali menjadi lokasi ajang otomotif berskala besar, termasuk Hiu Selatan International Hard Enduro yang diikuti pembalap dari berbagai negara. Pengalaman tersebut menunjukkan kawasan stadion memiliki potensi untuk menjadi pusat kegiatan olahraga otomotif tanpa menghilangkan fungsinya sebagai ruang publik.
Irwan berharap optimalisasi Stadion Kebondalem mampu memberi manfaat bagi banyak pihak. Selain menjadi tempat pembinaan atlet, fasilitas itu juga diharapkan dapat mengurangi balap liar dan melahirkan lebih banyak pembalap berprestasi dari Kabupaten Kendal.
