Milad ke-61, KOKAM Kota Magelang Salurkan Air Bersih untuk Warga dan Santri
Magelang, ISR – KOKAM Kota Magelang menyalurkan air bersih kepada warga Kampung Magersari dan lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) pada momentum milad ke-61, Sabtu (17/10/2026). Droping air bersih ini membantu warga yang kesulitan air karena kemarau.
Debit air PDAM di sejumlah wilayah Kota Magelang mengecil, sehingga persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin terbatas. Kondisi itu juga dirasakan para santri boarding di SMP Mutual. KOKAM Kota Magelang bergerak menyalurkan bantuan agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi.
Milad Jadi Momentum Aksi Kemanusiaan
Bagi KOKAM, milad bukan sekadar perayaan usia organisasi. Mereka menjadikan momentum ini untuk meneguhkan komitmen hadir dan memberi manfaat bagi umat.
Bermula dari Laporan Kekurangan Air
Komandan KOKAM Kota Magelang, Bibit Puji Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari informasi tentang keterbatasan pasokan air.
“Ada laporan bahwa SMP Mutual, yang juga dihuni para santri, kekurangan stok air bersih. Kondisi serupa terjadi di Kampung Magersari, dekat kompleks Muhammadiyah Kota Magelang,” tuturnya.
KOKAM langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menyalurkan air bersih bagi warga dan santri.
Kolaborasi Lazismu dan MDMC
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Magelang, Fury Fariansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lewat kolaborasi dengan Lazismu dan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
“Kolaborasi ini menjadi wujud kebersamaan dalam menggerakkan kebaikan,” tegasnya.
Warga Rasakan Manfaat Langsung
Air yang tersalur membantu warga menjalani aktivitas harian, mulai dari memasak hingga kebutuhan sanitasi. Sri, warga Kampung Magersari, mengatakan debit air PDAM di lingkungannya mengecil hampir 10 hari.
“Terima kasih kepada Muhammadiyah yang sudah membantu droping air selama dua hari. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk memasak dan kebutuhan kamar mandi,” ungkapnya.
Melalui milad ke-61, KOKAM Kota Magelang menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti pada seremonial, tetapi hadir lewat tindakan nyata bagi masyarakat.
