Foto bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 151 dan ibu-ibu PKK Desa Solowire usai mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Balai Desa Solowire, Demak.
Foto bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 151 dan ibu-ibu PKK Desa Solowire usai mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Balai Desa Solowire, Demak.

KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring untuk Ibu-Ibu PKK Desa Solowire

DEMAK, ISR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 151 menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring bagi ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Solowire, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Solowire, Rabu (26/8/2026).

Pelatihan pembuatan sabun cuci piring tersebut menjadi salah satu program kerja Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 151. Mahasiswa memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan ibu-ibu PKK untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Berawal dari Kebutuhan Rumah Tangga

Fiki Ainur Rohmah, anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 151, mengatakan mahasiswa memilih materi tersebut karena sabun cuci piring menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Sabun cuci piring merupakan kebutuhan sehari-hari, sehingga kami ingin memberikan keterampilan yang mudah diterapkan oleh masyarakat,” ujar Fiki.

Menurut Fiki, kegiatan tersebut juga memiliki kaitan dengan kesehatan keluarga. Kebersihan peralatan makan dan berbagai peralatan rumah tangga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah.

“Kaitannya dengan kesehatan karena kebersihan peralatan makan penting untuk menjaga kesehatan keluarga,” jelasnya.

Bisa Dimanfaatkan untuk Kebutuhan Sendiri

Mahasiswa KKN berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ibu-ibu PKK dapat mempraktikkannya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun mengembangkannya menjadi peluang usaha.

“Tujuannya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun peluang usaha,” kata Fiki.

Sunartini, salah satu kader PKK Desa Solowire, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan itu memberikan kegiatan tambahan sekaligus keterampilan baru yang bermanfaat bagi ibu-ibu PKK.

“Sangat senang dan bangga ada pelatihan ini. Bisa untuk kegiatan tambahan ibu-ibu PKK,” ungkap Sunartini.

Ia juga melihat manfaat langsung dari keterampilan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, masyarakat dapat membuat sabun secara mandiri sesuai kebutuhan.

“Manfaatnya lebih ringan dan lebih hemat dalam mencuci alat rumah tangga, baik skala besar maupun skala kecil,” jelasnya.

Berpeluang Menjadi Produk Usaha

Setelah mengikuti pelatihan, Sunartini mengaku tertarik untuk mencoba membuat sabun cuci piring secara mandiri. Ia melihat produksi dalam jumlah kecil bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga, sedangkan produksi lebih banyak berpotensi dikembangkan menjadi produk yang dijual.

“Sangat tertarik membuat sendiri sabun cuci piring. Kalau banyak mungkin bisa dijual, kalau sedikit untuk konsumsi sendiri,” tuturnya.

Fiki mengatakan keterampilan tersebut juga dapat menjadi kegiatan produktif apabila masyarakat memiliki kemauan untuk mengembangkannya.

“Manfaatnya masyarakat mendapat keterampilan baru, meningkatkan kebersihan rumah tangga, dan membuka peluang ekonomi,” ujarnya.

Selain manfaat ekonomi, kegiatan ini juga membawa perspektif lingkungan. Pengetahuan membuat produk rumah tangga secara mandiri dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk kemasan yang dibeli secara terus-menerus.

KKN Berharap Keterampilan Terus Dikembangkan

Fiki berharap ibu-ibu PKK terus mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan yang mereka dapatkan selama pelatihan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, sebagai keterampilan maupun peluang usaha,” tambah Fiki.

Sunartini juga berharap ilmu dari pelatihan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan dibagikan kepada masyarakat di luar kelompok PKK.

“Ilmu yang didapat sangat berguna untuk ibu-ibu PKK dan bisa diterapkan di keluarga. Di luar PKK juga bisa ditularkan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, KKN UIN Walisongo Semarang Posko 151 berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan rumah tangga sekaligus menjadi langkah awal bagi warga Desa Solowire untuk mengembangkan keterampilan produktif yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!