Safari Ranting Lazismu Magelang Sambangi Masjid, Hadirkan Cek Kesehatan dan Sembako Gratis
Magelang, ISR – Masjid Ukhuwah Islamiyah di Potrobangsan ramai oleh jamaah yang datang bukan hanya untuk beribadah. Mereka mengantre cek kesehatan, mengikuti kajian, dan menerima paket sembako lewat Safari Ranting Lazismu Magelang. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang menggelar kegiatan ini bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Potrobangsan.
Safari Ranting Lazismu Magelang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dan juga melibatkan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Potrobangsan sebagai mitra dakwah. Klinik Ahmad Dahlan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Panitia lalu melanjutkan dengan kajian keislaman, dan jamaah yang memenuhi kriteria membawa pulang paket sembako. Masjid pun menjadi markas dakwah sekaligus tempat warga mendapat pelayanan sosial.
Ketua PRM: Manfaatnya Langsung Terasa
Ketua PRM Potrobangsan, Rohadi, menyambut hangat kehadiran Lazismu. Menurutnya, kolaborasi ini membuat aktivitas masjid lebih hidup dan manfaatnya langsung terasa bagi jamaah.
“Ini sangat bermanfaat. Selain kajian, ada pemeriksaan kesehatan gratis. Ada juga sembako gratis untuk jamaah yang layak menerima,” ujarnya.
Rohadi menilai beragam kegiatan membuat masjid tetap dekat dengan kebutuhan warga. Dakwah, katanya, tidak berhenti pada pesan keagamaan, tetapi hadir lewat pelayanan sehari-hari.
Zakat Menumbuhkan Kepedulian
Ketua Lazismu Kota Magelang, Nugroho Adibroto, mengajak jamaah ikut bergerak dalam filantropi Muhammadiyah. Ia meminta warga yang mampu menunaikan zakat dan lebih peka terhadap tetangga yang kesulitan ekonomi atau pangan.
“Muhammadiyah harus hadir jika ada umat yang butuh bantuan. Kalau tidak bisa sekolah, Muhammadiyah siap hadir. Kalau ada yang tidak bisa makan, Muhammadiyah juga harus hadir,” tegas Nugroho.
Bagi Nugroho, zakat bukan sekadar urusan mengumpulkan dan menyalurkan dana. Zakat menjadi cara agar warga yang kesulitan tidak menghadapi persoalan sendirian.
Dari Bantuan Konsumtif Menuju Kemandirian
Nugroho juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Bantuan, menurutnya, harus membuka jalan bagi penerima untuk berdiri di atas kaki sendiri.
“Kami sangat mendukung pemberdayaan ekonomi. Kami meminimalkan penyaluran konsumtif, kecuali untuk lansia atau jompo yang tidak punya keluarga,” ungkapnya.
Lewat pemberdayaan, dana zakat bisa menjadi pengungkit bagi keluarga untuk mengembangkan potensi dan menambah penghasilan. Meski begitu, bantuan langsung tetap penting bagi kelompok rentan yang tidak lagi punya dukungan keluarga.
Amanah dan Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan
Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Widodo, mengapresiasi gerakan sosial Lazismu. Ia mengingatkan bahwa lembaga zakat harus menjaga amanah dan transparan dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah.
“Harus amanah dan transparan. Itu kunci lembaga zakat. Muzaki tidak perlu khawatir. Setiap hari saya melihat berita kegiatan Lazismu. Berarti selalu bermanfaat untuk umat,” tuturnya.
Widodo menilai program yang konsisten dan bermanfaat akan memperkuat kepercayaan publik. Kepercayaan itu mendorong lebih banyak orang menyalurkan zakat lewat lembaga yang bertanggung jawab.
Kolaborasi Lazismu, PRM Potrobangsan, dan PRA Potrobangsan menunjukkan bahwa gerakan di tingkat ranting bisa merawat kehidupan sosial warga. Dari masjid, kepedulian tumbuh; lewat zakat, bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan; dan melalui pemberdayaan, harapan akan kemandirian terus berkembang.
