Lazismu Kota Magelang Masuk Nominasi Inovasi Rakernas 2027
MAGELANG, ISR – Lazismu Kota Magelang masuk nominasi program inovasi pengelolaan zakat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2027. Program Safari Ranting menjadi unggulan yang diajukan melalui Lazismu Jawa Tengah.
Program ini menggerakkan ranting Muhammadiyah melalui kegiatan kolaboratif yang berlangsung rutin setiap Jumat kedua dan keempat. Lazismu Kota Magelang menjalankan Safari Ranting dengan berpindah dari satu ranting ke ranting lainnya.
Safari Ranting Gerakkan Akar Rumput
Kepala Divisi Program Lazismu Kota Magelang, Rayung Putri, menjelaskan bahwa tim saat ini menyiapkan video kegiatan. Lazismu Jawa Tengah meminta video tersebut sebagai bahan untuk agenda Rakernas.
“Saat ini kami sedang menyiapkan video tersebut. Semoga diberikan kelancaran dan dapat menjuarai,” ujar Rayung di Kantor Lazismu Kota Magelang, Jumat (14/8/2026).
Menurut Rayung, Safari Ranting memiliki nilai inovasi karena mampu menggerakkan masyarakat dari tingkat akar rumput. Program tersebut juga mendorong pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang lebih panjang.
“Program Safari Ranting ini termasuk pilar dakwah Lazismu. Melalui gerakan kolaborasi bersama ranting, ada sinergi yang berdampak dalam menghidupkan ranting untuk tetap aktif,” katanya.
Enam Tahun Berkeliling Ranting
Ketua Lazismu Kota Magelang, Nugroho Adibroto, mengatakan Safari Ranting sudah berjalan selama enam tahun. Program tersebut menyasar 17 ranting Muhammadiyah di Kota Magelang secara bergiliran.
Kegiatan tidak hanya berisi kajian. Lazismu juga menghadirkan layanan pengobatan gratis bersama Poliklinik Ahmad Dahlan. Selain itu, tim membagikan paket sembako kepada dhuafa dan lanjut usia.
“Bentuk kegiatannya selain kajian, ada pengobatan gratis yang menggandeng Poliklinik Ahmad Dahlan,” jelas Nugroho.
Ia menambahkan, Lazismu Kota Magelang sebelumnya juga meraih penghargaan melalui program Sekolah Relawan Siaga (SERASI).
Kolaborasi Jadi Kunci
Nugroho mengatakan semangat kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan program Lazismu. Hal tersebut sejalan dengan tagline Lazismu 2026, “Memajukan Kolaborasi Dalam Kebaikan.”
Lazismu Kota Magelang juga memasang target penghimpunan dana sebesar Rp4 miliar pada tahun ini. Target tersebut meningkat dari Rp3 miliar pada periode sebelumnya.
“Kunci dari keberhasilan ini adalah kolaborasi. Tanpa kolaborasi tentu akan berat,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan dari seluruh unsur persyarikatan membuat berbagai program Lazismu dapat berjalan lebih luas. Safari Ranting pun menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antara Lazismu dan ranting Muhammadiyah.
Jika program tersebut berhasil meraih posisi terbaik dalam Rakernas, capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa gerakan zakat dapat tumbuh dari kolaborasi di tingkat ranting.
