GM FKUB Kendal Temui Disporapar, Bahas Program Pemuda Lintas Agama
KENDAL, ISR – GM FKUB Kendal menemui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Ahmad Ircham Chalid. Pertemuan itu membahas penguatan program kepemudaan lintas agama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Pertemuan GM FKUB Kendal tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi. Pengurus baru memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sejumlah gagasan untuk mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang agama.
GM FKUB Kendal Siapkan Program Pemuda Lintas Agama
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua GM FKUB Kendal M. Misbahul Anam, Wakil Ketua Adi Purnawan, dan Sekretaris M. Ali Mashal. Mereka didampingi Wakil Sekretaris II FKUB Kabupaten Kendal, Sabar Si Hotan.
Sabar menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara GM FKUB dan Disporapar.
“Pertemuan ini untuk silaturahim dan memperkenalkan kepengurusan GM FKUB yang baru. Kami juga ingin membuka ruang sinergi dengan Disporapar,” kata Sabar.
Ketua GM FKUB Kendal M. Misbahul Anam mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan kegiatan yang mempertemukan pemuda dari berbagai agama.
Menurutnya, Disporapar dapat menjadi mitra dalam mengembangkan program kepemudaan tersebut.
“Ke depan kami ingin ada kegiatan yang berkolaborasi dengan Disporapar, khususnya kegiatan kepemudaan. Bisa berupa seminar kepemudaan maupun kegiatan olahraga lintas agama,” ujar Misbahul.
Ia berharap kegiatan bersama tersebut tidak berhenti pada acara seremonial. Pertemuan langsung antarpemuda dapat membuka komunikasi dan memperkuat rasa persaudaraan.
“Harapannya, kegiatan bersama ini dapat semakin memupuk rasa persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama,” katanya.
Program Tidak Harus Berlangsung Tahun Ini
Sekretaris GM FKUB Kendal M. Ali Mashal mengatakan, pihaknya tidak ingin memaksakan program terlaksana pada 2026.
Menurutnya, komunikasi dan penyusunan konsep harus berjalan terlebih dahulu agar kegiatan memberikan manfaat maksimal.
“Kegiatannya tidak harus terlaksana pada 2026. Namun, kalau memang memungkinkan untuk dilaksanakan tahun ini, tentu akan lebih baik,” ujar Ali.
Sementara itu, Wakil Ketua GM FKUB Kendal Adi Purnawan mengusulkan kegiatan olahraga sebagai sarana mempertemukan pemuda lintas agama.
Salah satu gagasan yang muncul berupa trofeo futsal atau liga persahabatan. Kegiatan itu dapat melibatkan pemuda dari berbagai organisasi dan komunitas.
Beberapa di antaranya NU, Muhammadiyah, LDII, Rifaiyah, pemuda Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
“Intinya bagaimana olahraga bisa menjadi media silaturahim. Bukan hanya mengejar kompetisi, tetapi mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang agama,” kata Adi.
Disporapar Tawarkan Konsep Jambore
Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Ahmad Ircham Chalid menyambut baik kedatangan pengurus GM FKUB.
Ia membuka ruang komunikasi untuk membahas gagasan kegiatan kepemudaan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik maksud dan keinginan dari pengurus GM FKUB. Nanti kalau programnya sudah pasti, segera diinformasikan ke Disporapar untuk kami bahas secara internal,” kata Ahmad.
Namun, Ahmad memberikan catatan terhadap rencana olahraga dengan format kompetisi. Menurutnya, pertandingan sepak bola atau olahraga kompetitif berpotensi memunculkan gesekan antarpeserta.
“Kalau berkaitan dengan sepak bola, apakah justru akan membuat suasana kurang kondusif? Karena kompetisi seperti itu cukup rawan konflik,” ujarnya.
Karena itu, Ahmad menyarankan kegiatan olahraga tradisional sebagai alternatif. Ia juga menawarkan konsep jambore kepemudaan.
Menurut Ahmad, Disporapar memiliki agenda tahunan jambore yang rencananya berlangsung pada akhir 2026. Program tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi apabila konsepnya sesuai.
“Kami juga menyarankan program jambore. Di akhir tahun ini sudah ada program tahunan untuk pelaksanaan jambore. Nanti kalau memungkinkan, bisa kita bahas bersama,” katanya.
Pertemuan tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara pemuda lintas agama dan pemerintah daerah. GM FKUB berharap generasi muda tidak sekadar menjadi peserta kegiatan, tetapi ikut mengambil peran dalam merawat kerukunan.
Melalui komunikasi dan kegiatan bersama, perbedaan agama maupun organisasi dapat menjadi ruang untuk saling mengenal. Semangat itu diharapkan ikut memperkuat persaudaraan masyarakat Kendal.
