Warga Sidorejo Menolak Tambang Galian C Tunggulsari, Khawatir Banjir dan Jalan Rusak
KENDAL, ISR — Warga Sidorejo menolak tambang galian C Tunggulsari karena khawatir aktivitas pertambangan membawa dampak bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Salah satu kekhawatiran utama warga berkaitan dengan potensi berkurangnya resapan air yang dapat meningkatkan risiko banjir ketika hujan deras.
Warga Sidorejo menolak tambang galian C Tunggulsari juga menyoroti lalu lintas dump truck jika aktivitas tambang mulai berjalan. Tokoh pemuda Sidorejo, Faizin, menyampaikan keresahannya terhadap kemungkinan kerusakan jalan, debu saat kemarau, serta kondisi jalan yang licin ketika hujan.
Faizin Soroti Dampak Lingkungan
Tokoh pemuda Sidorejo, Faizin, mengatakan masyarakat memiliki kekhawatiran terhadap dampak galian C apabila aktivitas tersebut benar-benar berjalan.
Menurut Faizin, perubahan lahan akibat aktivitas pertambangan dapat mengurangi area resapan air. Kondisi tersebut, menurut kekhawatiran warga, dapat memengaruhi aliran air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Yang kami khawatirkan kalau tambang sampai berjalan, resapan air berkurang dan dampaknya bisa memicu banjir,” ujar Faizin.
Ia menilai persoalan lingkungan perlu menjadi perhatian sebelum aktivitas tambang berjalan. Warga ingin pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan kondisi wilayah serta potensi dampaknya bagi masyarakat sekitar.
Khawatir Jalan Rusak akibat Dump Truck
Selain persoalan air, Faizin menyoroti potensi kerusakan jalan akibat kendaraan berat.
Menurutnya, dump truck yang keluar masuk membawa material galian dapat memberikan beban tambahan terhadap jalan yang digunakan masyarakat.
Warga juga mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan. Saat musim kemarau, aktivitas kendaraan berat berpotensi menimbulkan debu. Sebaliknya, ketika hujan turun, warga khawatir kondisi jalan menjadi licin.
“Kalau kemarau, kami khawatir debunya. Kalau hujan, jalan bisa licin. Belum lagi kalau dump truck terus melewati jalan, tentu warga khawatir jalan cepat rusak,” kata Faizin.
Warga Minta Dampak Diperhatikan
Faizin mengatakan penolakan warga tidak terlepas dari kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di sekitar wilayah mereka.
Masyarakat Sidorejo berharap pemerintah memperhatikan aspirasi warga sebelum aktivitas galian C Tunggulsari berjalan. Warga juga meminta kajian terhadap dampak lingkungan dan lalu lintas kendaraan menjadi perhatian dalam setiap keputusan terkait aktivitas pertambangan.
Menurut warga, pembangunan tetap perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat yang berada di sekitar lokasi maupun jalur kendaraan tambang.
Sikap warga Sidorejo menambah suara masyarakat di sekitar Tunggulsari yang menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana aktivitas galian C. Mereka berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan masyarakat terdampak.
