Tyo Ardianto: Jika Pemkab Kendal Baik Kita Apresiasi, Jika Buruk Kita Kritisi
KENDAL – Tyo Ardianto turun langsung ke Kendal dan mengajak mahasiswa membersamai masyarakat dalam gerakan Kendal lebih baik. Dalam diskusi tersebut, ia menegaskan sikap mahasiswa terhadap Pemerintah Kabupaten Kendal.
Sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan BEM kampus di Kendal, organisasi kemahasiswaan (ormawa), serta perwakilan masyarakat mengikuti diskusi di Gedung LBH Putra Nusantara. Tyo memimpin jalannya forum dan mengarahkan pembahasan pada isu-isu strategis daerah.
Ia menyampaikan sikap tegas terhadap kepemimpinan daerah. “Jika Pemkab Kendal baik, kita apresiasi. Jika buruk, kita kritisi. Kita harus fair,” ujarnya di hadapan peserta.
Bonang, aktivis lingkungan Desa Tunggulsari, mengangkat persoalan maraknya tambang di Kendal dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Ia meminta mahasiswa ikut mengawal persoalan tersebut secara serius.
Menanggapi hal itu, Tyo mendorong mahasiswa agar aktif membantu masyarakat, terutama dalam isu tambang galian C. Ia menilai mahasiswa harus berdiri di barisan rakyat ketika kebijakan berpotensi merugikan lingkungan dan warga.

“Jangankan tambang galian C di daerah. Di pusat saja, tambang nikel dan batu bara keuntungannya banyak diambil oligarki. Maka persoalan di daerah harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Selain isu tambang, ia juga menyoroti persoalan pajak. Ia menegaskan bahwa rakyat menjadi sumber utama APBN melalui pajak, sehingga pemerintah wajib berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga menanggapi kabar rencana pajak kos-kosan di Kendal. Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji kebijakan tersebut secara matang agar tidak membebani masyarakat kecil.
Tyo menutup diskusi dengan ajakan kepada mahasiswa Kendal agar tetap solid, kritis, dan konsisten mengawal kebijakan demi terwujudnya Kendal yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat.
