Ribuan jemaah memadati area Masjid Agung Demak untuk melaksanakan Sholat Iduladha dengan penuh kekhusyukan pagi ini. Momen ini menjadi awal refleksi dalam mendengarkan pesan khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang arti qurban yang sesungguhnya.
Ribuan jemaah memadati area Masjid Agung Demak untuk melaksanakan Sholat Iduladha dengan penuh kekhusyukan pagi ini. Momen ini menjadi awal refleksi dalam mendengarkan pesan khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang arti qurban yang sesungguhnya.

Pesan Khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang Arti Qurban

Demak, ISR – Gema suara takbir berkumandang syahdu menandai mulainya pelaksanaan Sholat Iduladha di Masjid Agung Demak pagi ini. Ribuan jemaah memadati area masjid sejak dini hari untuk merenungkan pesan khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang arti qurban yang sesungguhnya. Ibadah yang mulai tepat pukul 07.30 WIB ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kedamaian.

​Imam KH. Abdullah Salam AH memimpin langsung pelaksanaan sholat tersebut. Sementara itu, Dr. H. Abdur Rouf, S.Ag., M.Si., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Demak, menyampaikan pesan khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang arti qurban secara mendalam dengan menekankan bahwa ibadah ini memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial yang kuat.

​Dua Dimensi dalam Pesan Khutbah Iduladha di Masjid Agung Demak tentang Arti Qurban

​Dalam khutbahnya, Dr. H. Abdur Rouf menjelaskan bahwa ibadah kurban adalah cara nyata untuk menunjukkan pengabdian sepenuhnya kepada Allah SWT. Umat Muslim menunjukkan sisi spiritual tersebut melalui ibadah sholat yang mencerminkan ketakwaan dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

​Sementara itu, masyarakat mewujudkan aspek sosialnya melalui penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada warga yang membutuhkan. Menurutnya, keseimbangan antara hubungan kepada Tuhan dan kepedulian sesama manusia inilah yang menjadi inti dari perayaan Iduladha.

​Makna Pengorbanan Hakiki dan Kurban yang Tak Melulu Soal Materi

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa esensi pengorbanan dalam Islam tidak selalu harus tampak secara fisik atau dalam bentuk materi semata.

​”Pengorbanan juga bisa berupa hal-hal yang tidak tampak, seperti menahan ego, melawan keinginan, menjaga ketulusan, dan lebih memprioritaskan kepentingan orang lain demi kebaikan bersama,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.

​Semangat Iduladha mengajarkan umat Islam untuk bersenang hati berkorban, baik dalam hal harta, tenaga, waktu, maupun perasaan. Nilai-nilai luhur tersebut sangat penting untuk membangun kehidupan sosial yang penuh dengan rasa peduli dan persaudaraan.

​Pelaksanaan Sholat Iduladha di Masjid Agung Demak berjalan dengan tertib dan lancar sampai selesai. Momentum Iduladha tahun ini mengingatkan kita semua bahwa makna kurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketulusan, perhatian, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. (Fairuz Ziyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!