Stadion Bergemuruh Lagi! Panser Biru Comeback, PSIS Siap Bangkit
SEMARANG, ISR – Kerinduan panjang akhirnya terbayar. PSIS Semarang kembali menjalani laga kandang dengan dukungan penuh dari suporternya setelah melewati masa boikot yang cukup panjang. Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menjamu Persipal Palu pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Stadion Jatidiri, dan untuk pertama kalinya tribun kembali akan bergemuruh oleh suara Panser Biru.
Atmosfer emosional terasa kuat. Bagi Panser Biru, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen kembalinya mereka “pulang” ke rumah sendiri. Dukungan langsung dari tribun menjadi simbol harapan baru bagi PSIS di era manajemen anyar.
Ketua DPP Panser Biru, Kepareng Wareng, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan demi menyambut laga penuh makna tersebut. Mulai dari perbaikan alat musik hingga latihan chant demi menghidupkan atmosfer Stadion Jatidiri.
“Teman-teman sudah mulai memperbaiki bass drum, latihan chant juga. Tinggal pemantangan stage saja. Intinya besok kita total mendukung PSIS,” ujar Kepareng saat ditemui di kawasan Simpang Lima, Semarang.
Laga kontra Persipal Palu menjadi sangat emosional bagi Panser Biru. Setelah sekian lama memilih menepi, kini mereka kembali hadir dengan semangat baru.
“Rasanya senang sekali bisa kembali ke stadion. Ini momen yang kita tunggu-tunggu. Harapan kami, PSIS bisa bertahan di Liga 2,” ungkapnya.
Kepareng menilai kehadiran manajemen baru membawa angin segar bagi klub kebanggaan warga Semarang tersebut. Meski dalam laga ini belum seluruh pemain anyar diturunkan, kepercayaan suporter mulai tumbuh kembali.
“Walaupun besok belum full pemain baru, tapi setidaknya sudah ada keyakinan. Kita optimistis bisa bertahan. Target ke depan jelas, tahun depan PSIS harus naik Liga 1,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah manajemen yang dinilai responsif terhadap aspirasi suporter, mulai dari perombakan skuad hingga pergantian pelatih.
Saat ini, Panser Biru tercatat memiliki sekitar 12 ribu anggota resmi pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar Jawa.
“Yang sudah punya KTA ada sekitar 12 ribu orang. Ada yang di Bali, Kalimantan, dan daerah lainnya. Kalau belum punya KTA, statusnya masih simpatisan,” jelasnya.
Kembalinya Panser Biru ke tribun bukan hanya tentang dukungan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan PSIS Semarang. Stadion Jatidiri pun bersiap kembali bergemuruh — tempat di mana harapan, loyalitas, dan cinta pada Mahesa Jenar berpadu dalam satu suara.
