Pemerintah desa kembali membagikan tunjangan hari raya (THR) tunai kepada masyarakat.

Rahasia Desa Berjo Bisa Bagi THR Rp 500 Ribu ke Ribuan Warga, Dari Mana Uangnya?

Karanganyar, ISR – Warga Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, merasa semringah menjelang Idulfitri. Pemerintah desa kembali membagikan tunjangan hari raya (THR) tunai kepada masyarakat.

Desa yang dikenal sebagai salah satu desa terkaya di Karanganyar ini menyalurkan bantuan kepada 1.446 keluarga. Pemerintah Desa Berjo menyiapkan anggaran Rp 723 juta untuk program tersebut.

Syarat Mudah, Dana Cair di Balai Desa

Setiap penerima memperoleh Rp 500.000. Warga cukup membawa undangan, KTP, dan KK saat datang ke balai desa. Pemerintah desa menggelar penyaluran selama dua hari, Senin–Selasa (2–3/3/2026).

Tim desa memeriksa kelengkapan administrasi warga di lokasi. Setelah data dinyatakan lengkap, petugas langsung menyerahkan uang tunai kepada penerima.

PAD Desa Berjo Tembus Miliaran Rupiah

Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menjelaskan bahwa pemerintah desa mengambil anggaran THR dari Pendapatan Asli Desa (PAD). Sebagian besar PAD berasal dari bagi hasil BUMDesma Alam Berjo yang mengelola objek wisata seperti Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.

Dari pengelolaan wisata tersebut, BUMDesma meraih keuntungan hingga Rp 11,85 miliar dan menyetor lebih dari Rp 5 miliar ke kas desa.

“Alhamdulillah, PAD dari BUMDesma hampir mendominasi anggaran. Kami tetap bisa menyalurkan bantuan meski ada pemangkasan anggaran dari pusat,” ujar Dwi.

Pendapatan itu menjadikan Berjo sebagai desa dengan PAD tertinggi di Kabupaten Karanganyar. Selain THR, pemerintah desa juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 275 keluarga sebesar Rp 600.000 per tahun.

Warga Merasa Terbantu

Parno (55), warga Dukuh Godang, mengaku bersyukur atas program THR tersebut.

“Saya merasa terbantu. Uang ini akan saya gunakan untuk belanja kebutuhan Lebaran. Semoga desa terus maju dan pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Target PAD 2026 dan Program Pembangunan

Dwi menegaskan bahwa pemerintah desa terus menjalankan program pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aparat desa memperbaiki jalan, melakukan betonisasi, serta menyediakan layanan kesehatan bagi lansia untuk mendukung target daerah “Zero Jeglongan”.

Pada 2026, pemerintah desa menargetkan PAD mencapai Rp 5 miliar agar seluruh program tetap berjalan optimal.

“Kami ingin Berjo terus guyub rukun, maju, dan memberi kontribusi nyata bagi Kabupaten Karanganyar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!