Tajir! Desa Sriwulan Kendal Bagi-bagi THR Rp1 Juta ke Warganya
Kendal, ISR – Pemerintah Desa Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada warganya sebesar Rp1 juta per kepala keluarga (KK) menjelang Lebaran. Program ini menjadi bentuk nyata manfaat ekonomi dari pengelolaan wisata desa yang dikelola bersama masyarakat.
THR tersebut bersumber dari hasil pengelolaan objek wisata desa, yakni Arenan Kalikesek. Sepanjang tahun 2025, wisata tersebut berhasil menghasilkan pendapatan yang cukup besar hingga mampu memberikan keuntungan bagi desa sekaligus dibagikan kepada masyarakat.
Kepala Desa Sriwulan, Abidin, menjelaskan bahwa sebanyak 255 kepala keluarga akan menerima THR masing-masing Rp1 juta. Selain itu, terdapat 7 warga yang belum memiliki kartu keluarga (KK) juga akan menerima bantuan dengan nominal lebih kecil. Syarat penerimanya adalah warga yang telah berdomisili di Desa Sriwulan minimal enam bulan.
Pembagian THR dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/3) pukul 14.00 WIB di Gedung Serbaguna Desa Sriwulan. Pemerintah desa berharap pembagian tersebut dapat membantu kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dukungan warga terhadap pengembangan wisata desa.
Program pembagian THR ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan. Pemerintah Desa Sriwulan telah menjalankan kebijakan tersebut selama beberapa tahun terakhir dengan nominal yang terus meningkat. Pada awal program, warga menerima sekitar Rp500 ribu, kemudian naik menjadi Rp750 ribu, hingga kini mencapai Rp1 juta per KK.
Keberhasilan ini tidak lepas dari perkembangan wisata Arenan Kalikesek yang semakin ramai dikunjungi wisatawan. Pengelolaan yang dilakukan secara profesional dan melibatkan masyarakat setempat membuat sektor pariwisata desa mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa.
Selain meningkatkan perekonomian lokal, kebijakan tersebut juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan potensi desa secara mandiri dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan karena hasil usaha desa dapat dinikmati oleh seluruh warga.
