Muhammadiyah Pemalang Gelar Pengajian Akbar dengan Penceramah Perempuan Jelang Ramadhan
Pemalang, ISR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pemalang menggelar pengajian akbar Muhammadiyah menjelang Ramadhan 1447 H pada Ahad, 8 Februari 2026, di Gedung Serbaguna Pemalang. Ribuan jamaah dari Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting, dan Amal Usaha Muhammadiyah memadati lokasi. Acara ini menegaskan bahwa penceramah perempuan memiliki peran penting dalam dakwah Muhammadiyah.
Kegiatan ini menarik perhatian karena menghadirkan Prof. Dr. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D., Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bidang Muamalah, sebagai penceramah perempuan. Kehadirannya menunjukkan bahwa pengajian akbar Muhammadiyah menekankan kompetensi dan integritas keilmuan, bukan jenis kelamin.
Ketua PDM Kabupaten Pemalang, Sapto Suhendro, menegaskan bahwa mengundang penceramah perempuan adalah bentuk nyata nilai Muhammadiyah yang berkemajuan. Dengan demikian, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan setara untuk berdakwah, menggerakkan masyarakat, dan mencerahkan pemahaman agama.
Selain itu, langkah ini mencerminkan semangat emansipasi yang telah dicanangkan KH. Ahmad Dahlan sejak awal. Perempuan tidak hanya berperan di rumah, tetapi aktif dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan dakwah di ruang publik. Muhammadiyah Pemalang membuktikan komitmennya dengan menghadirkan penceramah perempuan dalam pengajian akbar.
Prof. Alimatul Qibtiyah juga dikenal sebagai Guru Besar Kajian Gender Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia aktif mengembangkan pemikiran Islam berkemajuan yang menekankan keadilan, kemaslahatan, dan penguatan peran ilmu dalam dakwah.
Dengan demikian, pengajian akbar ini menjadi refleksi penting menjelang Ramadhan 1447 H. Penguatan ibadah harus seiring dengan penguatan ilmu. Lebih jauh, praktik dakwah yang mencerahkan tetap relevan dengan tantangan zaman.
