Gerakan Sejuta Pohon: Aksi Nyata Muhammadiyah Pemalang
Pemalang, ISR – Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan, Muhammadiyah Pemalang tampil di garis depan. Memperingati HUT Kabupaten Pemalang ke-451, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang meluncurkan Gerakan Menanam Sejuta Pohon, Rabu (21/1/2026), sebagai aksi nyata penyelamatan bumi.
Gerakan masif ini digelar serentak di seluruh sekolah, kampus, dan Amal Usaha Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Kabupaten Pemalang, dengan pusat kegiatan di Kampus AMBS Pemalang. Ribuan kader, pelajar, dan warga turun langsung ke lapangan—bukan sekadar seremoni, tetapi perlawanan nyata terhadap kerusakan alam.
Anggota Majelis Lingkungan Hidup PWM Jawa Tengah, Badrun Nuri, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud komitmen ideologis Muhammadiyah terhadap lingkungan.
“Ini adalah komitmen Muhammadiyah terhadap lingkungan. Menanam pohon berarti menanam harapan, menanam masa depan, dan menyelamatkan generasi mendatang. Muhammadiyah tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi turun langsung menjaga bumi,” tegasnya lantang.
Aksi ekologis ini turut dihadiri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, serta Ketua PDM Pemalang Sapto Suhendro, yang bersama-sama melakukan penanaman pohon simbolis sebagai penanda dimulainya gerakan besar ini.
Ketua PDM Pemalang menyatakan, Muhammadiyah ingin menjadi lokomotif perubahan di tengah krisis lingkungan yang makin nyata.
“Jika lingkungan rusak, maka peradaban runtuh. Gerakan sejuta pohon ini adalah ikhtiar Muhammadiyah menyelamatkan Pemalang dan Indonesia,” ujarnya.
Dengan gaung #MuhammadiyahPemalangMenanam, gerakan ini diharapkan menjadi alarm keras bagi semua pihak: menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan kewajiban bersama.
