PWM Jawa Tengah dorong PDM Kota Magelang terapkan KPI untuk organisasi profesional melalui kegiatan turba dan diskusi evaluasi program.
PWM Jawa Tengah dorong PDM Kota Magelang terapkan KPI untuk organisasi profesional melalui kegiatan turba dan diskusi evaluasi program.

PWM Jateng Dorong PDM Magelang Terapkan KPI untuk Organisasi Profesional

Magelang, ISR – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar turba ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang di SMK Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual), Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini melibatkan pimpinan dari tingkat daerah, cabang, ranting, hingga organisasi otonom (ortom). Melalui kegiatan ini, PWM Jateng dorong PDM Magelang terapkan KPI untuk organisasi profesional sebagai langkah konkret memperkuat tata kelola persyarikatan.

Selanjutnya, Ketua PDM Kota Magelang, Rifqi Muhammad, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai turba menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program secara terukur. Oleh karena itu, PWM Jateng dorong PDM Magelang terapkan KPI untuk organisasi profesional agar setiap rencana kerja memiliki indikator yang jelas dan terpantau.

“Semoga kegiatan ini menjadi semangat bersama untuk saling mengingatkan capaian dari setiap rencana yang telah kita susun,” ujarnya.

Penekanan pada KPI dan Profesionalitas

Sementara itu, perwakilan PWM Jawa Tengah, Jumari, menegaskan pentingnya Key Performance Indicator (KPI) sebagai alat kontrol program. Ia mengingatkan agar aktivitas bermuhammadiyah tidak berjalan tanpa arah dan ukuran yang pasti.

“Modal utama bermuhammadiyah adalah ketulusan. Namun demikian, kita juga menghadapi tantangan berupa rasa nyaman terhadap aset yang kita miliki. Karena itu, kondisi ini harus kita sadari bersama,” tegasnya.

Selain itu, Jumari menekankan pentingnya profesionalitas dalam mengelola organisasi. Ia mengajak seluruh pimpinan untuk memanfaatkan database dan KPI sebagai instrumen utama dalam menghadapi perkembangan zaman. Dengan demikian, organisasi dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.

“Bermuhammadiyah harus profesional dan berlandaskan adab. Tanpa adab, amal bisa gugur. Oleh sebab itu, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) dan sekolah harus memahami peran masing-masing serta tetap taat pada PDM,” lanjutnya.

Diskusi dan Identifikasi Kendala

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan sesi interaktif. Peserta mengisi checklist KPI sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan. Dengan adanya forum ini, komunikasi antara PWM dan PDM berjalan lebih terbuka dan solutif.

Di sisi lain, forum ini juga membantu peserta merumuskan langkah perbaikan secara bersama. Bahkan, berbagai masukan yang muncul menjadi bahan penting dalam menyusun strategi ke depan. Dengan begitu, setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur hasilnya.

Penguatan Tagline MPM

Lebih lanjut, Kepala Kantor PWM Jawa Tengah, Ikhwanushofa, menegaskan bahwa tagline Maju Profesional Modern (MPM) bukan sekadar slogan. Sebaliknya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikannya sebagai budaya kerja sehari-hari.

“Tagline MPM mendorong kita membangun suasana bermuhammadiyah yang profesional sekaligus menghadirkan keberkahan. Dengan demikian, semua lini, dari pusat hingga cabang, dapat bergerak dengan standar yang sama,” jelasnya.

Harapan ke Depan

Akhirnya, melalui turba ini, PWM Jawa Tengah berharap PDM Kota Magelang dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan KPI secara konsisten diharapkan mampu memperkuat kesehatan organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat luas. (Fury Fariansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!