Jejak Sri Murtono Dihidupkan Kembali, Pelataran Sastra Kaliwungu Siapkan Festival Nasional
Yogyakarta, ISR – Jejak Sri Murtono Dihidupkan Kembali melalui langkah nyata yang dilakukan Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kabupaten Kendal. Komunitas sastra dan teater itu menggelar ziarah ke makam Sri Murtono sebagai bagian dari persiapan Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono yang akan berlangsung pada Juni–Juli 2026.
Melalui semangat Jejak Sri Murtono Dihidupkan Kembali, PSK ingin memperkenalkan kembali sosok pendiri Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI) kepada generasi muda. Festival tersebut juga memperoleh dukungan dari Kemendikdasmen RI melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai upaya memperkuat apresiasi teater di kalangan pelajar.
Menelusuri Makam Sang Maestro
Sebelum berziarah, Mahmud Alqadrian bersama Nur Iswantara menelusuri lokasi makam Sri Murtono di Kompleks Makam Gajahan, Yogyakarta. Mereka berkoordinasi dengan juru kunci makam hingga akhirnya menemukan batu nisan bertuliskan R. Sri Moertono.
Penemuan itu memastikan seluruh rangkaian ziarah berjalan sesuai rencana. Bagi rombongan PSK, momen tersebut menjadi langkah awal untuk menghormati sekaligus mengenang jasa Sri Murtono bagi perkembangan teater Indonesia.
Bahas Festival dan Pilih Naskah Drama
Setelah ziarah, rombongan melanjutkan silaturahmi di Pendapa nDalem Pakuningratan yang dahulu menjadi Kampus ASDRAFI. Dalam pertemuan itu, pengurus PSK memaparkan konsep Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono kepada Yayasan GRK Yogyakarta dan keluarga besar Alumni ASDRAFI.
Mereka juga mendiskusikan naskah drama karya Sri Murtono yang akan menjadi materi festival. Selain itu, para peserta mengusulkan keterlibatan alumni ASDRAFI sebagai dewan juri agar festival menghadirkan penilaian yang berkualitas.
Suasana pertemuan semakin hangat ketika para peserta saling bertukar buku sebagai bentuk penguatan jejaring literasi dan silaturahmi antarseniman.
Empat Naskah Terpilih
Rombongan kemudian mengunjungi kediaman Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum., penulis biografi Sri Murtono: Teater Tak Pernah Usai. Di perpustakaan pribadinya, mereka membaca dan menyeleksi naskah drama karya Sri Murtono.
Melalui musyawarah, peserta memilih empat naskah sebagai materi Festival Teater Pelajar 2026, yaitu Ida, Letkol Polri Jarot, Malam Lebaran, dan Kampus Gembira Loka. PSK juga menetapkan naskah Wahyu Sasongko Jati sebagai karya yang akan mereka produksi dan pentaskan.
Menjaga Warisan Teater Indonesia
Presiden PSK, Bahrul Ulum A. Malik, menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar mengenang seorang tokoh. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar untuk menyambungkan sejarah teater Indonesia dengan generasi muda melalui karya, pembelajaran, dan festival.
Sri Murtono dikenal sebagai pelopor teater modern Indonesia sekaligus pendiri ASDRAFI Yogyakarta. Lewat Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono, Pelataran Sastra Kaliwungu berharap semakin banyak pelajar, guru, dan masyarakat mengenal pemikiran, karya, serta semangat perjuangan tokoh besar tersebut.
