Musyawarah Wilayah (Muswil) IX PPP Jawa Tengah yang tetap digelar meski tanpa kehadiran Sekretaris Jenderal DPP PPP, di tengah dinamika dan perbedaan sikap internal partai.

Gus Yasin Tak Hadiri Muswil Jateng, Dinamika Internal Menguat

Ketidakhadiran Sekjen PPP Taj Yasin Maimoen dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IX PPP Jawa Tengah memperlihatkan dinamika internal yang semakin menguat. Muswil tersebut tetap berjalan meski Sekjen PPP tak hadiri Muswil Jateng dan tidak memberikan tanda tangan resmi.

Situasi ini muncul setelah Sekjen PPP mengirimkan surat kepada kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Indonesia. Surat itu meminta seluruh pihak agar tidak menindaklanjuti dokumen DPP PPP tanpa tanda tangan Sekjen.

Surat Sekjen PPP Jadi Peringatan

Dalam surat tertanggal 3 Februari 2026, Sekjen PPP menegaskan posisi resminya sebagai pengendali administrasi organisasi. Ia meminta gubernur, bupati, wali kota, serta pimpinan DPRD berhati-hati menyikapi surat yang mengatasnamakan DPP PPP.

Sekjen PPP menjelaskan bahwa Muktamar X PPP tahun 2025 memang telah menghasilkan kepengurusan. Pemerintah juga telah mengesahkannya melalui SK Menteri Hukum RI pada 6 Oktober 2025.

AD/ART Belum Tuntas

Meski demikian, Sekjen PPP menyatakan AD/ART hasil Muktamar X belum rampung. Kondisi ini membuat DPP PPP belum memiliki dasar hukum kuat untuk melakukan konsolidasi organisasi ke tingkat wilayah.

Ia menyebut PPP masih menata struktur kepengurusan pusat. Langkah ini bertujuan menjaga prinsip kolektif kolegial dan soliditas partai.

Muswil Tetap Digelar Tanpa Sekjen

Di tengah peringatan tersebut, Muswil PPP tetap berlangsung di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Tengah. Namun Sekjen PPP tak hadiri Muswil Jateng dan menolak terlibat dalam proses tersebut.

Sekjen PPP menyatakan tidak akan menandatangani surat pelaksanaan Muswil. Ia juga menolak menerbitkan SK kepengurusan DPW hasil Muswil yang telah digelar.

PAW dan Rotasi DPRD Ditolak

Sekjen PPP juga menegaskan sikapnya terkait parlemen. Ia tidak akan menandatangani persetujuan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota maupun pimpinan DPRD.

Selain itu, ia menolak menyetujui rotasi alat kelengkapan dewan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ia menilai langkah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah.

Isyarat Retaknya Soliditas PPP

Muswil PPP Jawa Tengah tanpa kehadiran Sekjen menjadi sorotan internal dan eksternal. Banyak kader menilai kondisi ini mencerminkan perbedaan sikap di level elite partai.

Jika PPP tidak segera menyelesaikan AD/ART dan konsolidasi kepemimpinan, konflik internal berpotensi meluas. Situasi ini dapat memengaruhi kesiapan partai menghadapi agenda politik nasional ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!