Gus Labib memotong pita sebagai tanda pembukaan resmi kegiatan Safari Ramadhan Lirboyo di Pondok Pesantren Sabilunnajah, Pejalin, Kecamatan Brangsong, Kendal.

Gus Labib: Safari Ramadhan Momen Menanamkan Adab dan Keteladanan

KENDAL, ISR — Safari Ramadhan Lirboyo menghadirkan semangat pengabdian di Pondok Pesantren Sabilunnajah, Pejalin, Kecamatan Brangsong. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya belajar, tetapi juga terjun langsung membina masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Sebanyak 18 santri dari Pondok Pesantren Muktatiat Putri Lirboyo Kediri menjalankan program selama dua pekan penuh. Mereka mengisi agenda dengan seminar, kajian kitab, serta pembinaan keagamaan. Selain itu, mereka juga berinteraksi langsung dengan santri dan warga sekitar.

Ketua Yayasan Sabilunnajah, Gus Labib, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk membentuk karakter. Menurutnya, Safari Ramadhan Lirboyo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana menanamkan adab dan keteladanan.

Santri mengikuti pembukaan Safari Ramadhan Lirboyo di Pondok Pesantren Sabilunnajah, Pejalin, Kecamatan Brangsong, Kendal.

“Safari ini momen yang baik untuk belajar dan mengajar. Karena itu, kami berharap santri-santri terus menjaga akhlakul karimah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masyarakat menilai santri dari sikap sehari-hari. Oleh sebab itu, ia meminta para peserta menjaga perilaku di tengah lingkungan sosial. “Adab itu ada dua, yaitu adab kepada Tuhan dan adab kepada sesama manusia. Seorang santri harus menempatkan diri sebagai hamba Allah, sekaligus menunjukkan sikap santun kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keteladanan menjadi kunci dakwah. Bahkan, masyarakat memperhatikan hal-hal sederhana, seperti kedisiplinan salat dan sopan santun dalam berinteraksi. Dengan demikian, santri tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menunjukkan contoh nyata.

Sementara itu, Ketua Panitia Safari Ramadhan dari Mahad Aly Lirboyo, Silvi Fatia, menjelaskan bahwa timnya menyusun program ini secara terstruktur. Selama Ramadhan, panitia menempatkan para santri di beberapa daerah, dan salah satunya di Kendal. Melalui pola tersebut, santri memperoleh pengalaman pengabdian secara langsung.

Akhirnya, Gus Labib menyampaikan terima kasih atas kehadiran para santri. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Namun demikian, ia berharap adab dan tradisi keilmuan dari Jawa Timur dapat menyatu dengan semangat santri Sabilunnajah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!