Anggota Dewan Diduga Intervensi Galian C di Kendal, Warga Tunggulsari Melawan!
Kendal, ISR — Dugaan intervensi oknum anggota DPRD Kabupaten Kendal dalam konflik tambang Galian C di Desa Tunggulsari kini mencuat. Oknum dewan tersebut disinyalir meminta Kepolisian Sektor (Polsek) setempat mengeluarkan izin keamanan. Ia ingin aktivitas tambang tetap berjalan, padahal warga setempat menolaknya secara masif.
​Hingga saat ini, dua badan usaha sedang mengincar wilayah Desa Tunggulsari:
​CV Pratama Putra Widjaya: Warga sudah resmi menolak perusahaan ini.
​CV Artomoro Pakubumi: Perusahaan ini sedang mencoba masuk, namun mendapat penolakan serupa dari masyarakat.
​Oknum Dewan Panggil Ketua RW dan Kepala Desa
​Tekanan untuk meloloskan izin Galian C ternyata tidak hanya menyasar aparat keamanan. Oknum tersebut juga menekan pengurus lingkungan hingga pemerintah desa.
​Ketua RW 3 Desa Tunggulsari, Bonang, mengaku kecewa setelah menerima panggilan khusus dari sang anggota dewan. Dalam pertemuan itu, oknum dewan meminta Bonang memuluskan jalan bagi operasional tambang.
​”Dulu janjinya akan selalu bersama masyarakat. Nyatanya sekarang justru seperti itu,” ujar Bonang menyayangkan perubahan sikap wakil rakyat tersebut.
​Kepala Desa Tunggulsari, Abdul Khamid, juga membenarkan adanya panggilan serupa. Meski mendapat tekanan, Abdul Khamid tetap tegas melindungi wilayah dan warganya. Ia memilih berdiri di barisan masyarakat yang menolak keras keberadaan Galian C.
​Ketua Aliansi Tolak Iming-Iming Gabung Tim Tambang
​Tekanan psikologis juga menimpa Faris, Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Desa Tunggulsari. Oknum dewan tersebut sempat mengajaknya bergabung ke dalam tim tambang. Sang politisi bahkan berjanji akan menyingkirkan tim lama dan mengklaim aktivitas tambang pasti berjalan lewat cara apa pun.
​Namun, Faris menolak telak tawaran manis tersebut demi kelestarian lingkungan desanya.
​”Saya menjawab dengan tegas. Lebih baik saya jadi penonton jika tambang tetap berjalan, daripada saya harus ikut merusak lingkungan,” pungkas Faris.
​Warga Bersiap Jaga Kampung dari Kerusakan Lingkungan
​Saat ini situasi di Desa Tunggulsari masih kondusif. Kendati demikian, warga tetap waspada dan bersiaga mengawal penolakan tersebut.
​Masyarakat Tunggulsari menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah agar bertindak objektif. Mereka meminta para pemangku kebijakan mendengar aspirasi riil di lapangan, bukan tunduk pada desakan pejabat yang mengejar kepentingan pribadi.
