Warga Desa Tunggulsari saat menyatakan sikap tegas menolak rencana operasional tambang galian C di wilayah mereka demi menjaga lingkungan dari polusi debu.
Warga Desa Tunggulsari saat menyatakan sikap tegas menolak rencana operasional tambang galian C di wilayah mereka demi menjaga lingkungan dari polusi debu.

Dijuluki Netizen Ratu Galian C, Bupati Kendal Diselamatkan oleh Aksi Warga Tunggulsari

Kendal, ISR — Kritik publik terhadap maraknya aktivitas pertambangan di Kabupaten Kendal kian memanas. Netizen di jagat maya bahkan kerap melontarkan berbagai julukan miring untuk orang nomor satu di Kendal. Muncul sebutan “Kendal Kota Gebal” karena masalah debu, hingga tudingan paling viral saat sang kepala daerah dijuluki netizen Ratu Galian C.

​Namun, ada sudut pandang menarik dari wilayah Tunggulsari. Reputasi pemimpin daerah ini justru diselamatkan oleh aksi warga Tunggulsari yang menolak keras rencana pembukaan tambang baru.

​Anugerah Tersembunyi untuk Bupati

​Ketua RW 3 Desa Tunggulsari, Bonang, menilai sikap keras warga bukan sebuah pembangkangan. Sebaliknya, aksi ini merupakan anugerah tersembunyi bagi Bupati Kendal. Logikanya sangat sederhana namun nyata. Ketika gerakan warga berhasil menghentikan izin tambang, maka nama baik kepala daerah sebenarnya sedang diselamatkan oleh aksi warga Tunggulsari. Langkah ini menahan amukan publik yang lebih besar, terutama dari netizen yang sering mengkritik dampak lingkungan di Kendal.

​Ketegangan dengan CV Pratama Putra Widjaya

​Warga menolak rencana tambang CV Pratama Putra Widjaya karena khawatir terhadap masa depan lingkungan mereka. Bonang membeberkan bahwa pihak perusahaan tidak tinggal diam. Pengembang terus mencari cara agar proyek tersebut bisa berjalan di Desa Tunggulsari.

​”Selama ini mereka (CV Pratama Putra Widjaya) masih mendekati kami. Mereka mencari celah agar bisa beroperasi. Tapi kami tegas menolak rencana tambang galian C tersebut,” ungkap Bonang.

​Membendung Badai Kritik di Media Sosial

​Jika tambang CV Pratama Putra Widjaya beroperasi, kerusakan alam di Kendal pasti semakin parah. Julukan “Kendal Kota Gebal” akan menjadi kenyataan yang mengerikan. Debu akan pekat dan armada truk galian C akan mengepung jalanan.

​Kondisi ini tentu memicu kemarahan di media sosial. Netizen yang jengah dengan polusi akan semakin liar melempar kritik. Imbasnya, bupati akan tersudut oleh narasi negatif akibat jalanan yang rusak dan kotor.

​Momentum Evaluasi Total Izin Tambang

​Melalui penolakan ini, tambang di Desa Tunggulsari batal berjalan. Aksi warga berhasil meredam potensi caci maki dan kemarahan publik sejak dini. Secara tidak langsung, warga Tunggulsari membentengi Bupati dari hantaman badai media sosial.

​Kini, keputusan penting berada di tangan pemerintah daerah. Sikap konsisten warga Tunggulsari harus menjadi momentum bagi pengambil kebijakan. Pemerintah Kabupaten Kendal perlu mengevaluasi total seluruh izin galian C demi kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!