Abuya Al Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar (berkaos putih/sarung merah) memantau langsung prosesi penyembelihan hewan kurban bersama para santri dan warga di Ponpes Darul Muqorrobin, Sijeruk, Kendal, Rabu (27/05).
Abuya Al Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar (berkaos putih/sarung merah) memantau langsung prosesi penyembelihan hewan kurban bersama para santri dan warga di Ponpes Darul Muqorrobin, Sijeruk, Kendal, Rabu (27/05).

Pesan Abuya Habib Muhammad Firdaus Saat Ponpes Darul Muqorrobin Sembelih Hewan Kurban

Kendal, ISR — Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa berkah bagi masyarakat Kelurahan Sijeruk. Tepat setelah shalat Id pada Rabu (27/05/2026), Ponpes Darul Muqorrobin Kendal sembelih hewan kurban. Panitia menyiapkan 6 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Halaman pesantren pun seketika ramai oleh kepanitiaan bersama. Mereka bersiap mengurus syiar Islam tahunan ini.

​Suasana khidmat langsung terasa saat panitia mulai bergerak. Di balik riuhnya aktivitas di depan auditorium Faza, terselip esensi spiritual mendalam. Hal itu tecermin lewat pesan Abuya Habib Muhammad Firdaus saat Ponpes Darul Muqorrobin Kendal sembelih hewan kurban tersebut. Kegiatan ini sengaja melibatkan pengasuh, ustadz, santri, alumni, hingga warga sekitar. Tujuannya untuk mengikis ego pribadi dan memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah.

​Menanamkan Keikhlasan dan Mengikis Ego Santri

​Pengasuh pesantren, Abuya Al habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar, menyampaikan wejangan penting. Beliau mengulas hakikat nyata dari ibadah berkurban. Menurut beliau, menyembelih hewan hanyalah sebuah simbol. Manusia harus rela mengorbankan ego demi kepentingan yang lebih mulia.

​”Momentum Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban semata, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama kepada seluruh santri,” tutur Abuya Habib Muhammad Firdaus dengan khidmat.

​Antusiasme tinggi terpancar dari wajah para santri dan warga. Mereka saling bahu-membahu sejak pagi hari. Kewajiban mengurus puluhan hewan kurban ini terasa ringan. Agenda tersebut berubah menjadi ruang gotong royong yang sangat hangat.

​Merajut Silaturahmi dengan Warga Sijeruk

​Setelah proses pemotongan selesai, panitia langsung bergerak cepat. Mereka mengemas daging kurban ke dalam ratusan paket. Daging kurban kemudian didistribusikan secara merata. Target utamanya adalah masyarakat sekitar, para santri, serta pihak yang membutuhkan.

​Ponpes Darul Muqorrobin memadukan pendidikan diniyah, tahfidz Al-Qur’an, serta pendidikan formal. Sebagai lembaga pendidikan, mereka selalu berusaha hadir di tengah masyarakat. Lewat pembagian kurban ini, pihak pesantren ingin merajut silaturahmi. Mereka berharap hubungan dengan warga Sijeruk dan Kecamatan Kendal semakin kuat.

​Sebab bagi keluarga besar Darul Muqorrobin, kurban sejati memiliki makna mendalam. Manusia harus mampu menyembelih keakuan mereka. Setelah itu, mereka bisa menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian tulus kepada sesama. (Anish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!