Ribuan Jamaah Padati Merti Desa Tlahab Gemuh, Simak Pesan Mendalam KH Anwar Zahid
KENDAL, ISR – Puncak perayaan tradisi Merti Desa dan Haul Simbah Mbarep di Desa Tlahab, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal berlangsung semarak dan penuh khidmat. Terpantau lebih dari seribu jamaah dari berbagai penjuru desa antusias memadati Lapangan Gelora Sasemsari pada Jumat (10/7/2026) malam, guna mengikuti pengajian akbar yang diisi langsung oleh pendakwah karismatik asal Bojonegoro, Jawa Timur, KH. Anwar Zahid.
​Kemeriahan acara keagamaan ini semakin lengkap dengan hadirnya Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari. Turut mendampingi jajaran Muspika Kecamatan Gemuh, perwakilan Polsek dan Koramil, Banser, jajaran PAC Muslimat dan Fatayat NU, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Kendal memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Tlahab dan seluruh panitia penyelenggara.
​”Terima kasih atas terselenggaranya acara yang luar biasa ini. Semoga majelis malam ini membawa manfaat, menambah wawasan keagamaan kita, dan tentunya mendatangkan keberkahan bagi seluruh warga Kendal,” tutur Bupati Kendal sebelum memohon izin pamit lebih awal untuk melanjutkan agenda kedinasan lainnya.
​Sementara itu, Kepala Desa Tlahab mewakili warganya menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa gelaran rutin ini adalah wujud nyata rasa syukur masyarakat sekaligus medium doa bersama agar desa senantiasa dijauhkan dari marabahaya. “Matursuwun kepada para donatur dan seluruh elemen yang terlibat. Semoga kebersamaan ini terus membawa keselamatan bagi desa kita,” ungkapnya.
​Suasana majelis semakin syahdu saat KH. Anwar Zahid mulai memberikan mauidloh hasanah. Pada sesi puncak pengajian akbar tersebut, beliau menyampaikan pesan menyentuh mengenai besarnya syafaat dan cinta kasih Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.
​”Kanjeng Nabi Muhammad itu ibarat wadah yang sudah terisi penuh. Maka, lantunan doa dan selawat kita kepada beliau pasti akan meluber, dan luberan dari doa itulah yang membawa berkah melimpah bagi kita semua di sini,” terang KH. Anwar Zahid.
​Ia juga mengingatkan jamaah betapa istimewanya umat Islam. Meskipun Rasulullah SAW menjadi sosok pertama yang berhak masuk surga, beliau rela keluar dan menunggu di depan pintu surga demi memastikan umatnya ikut masuk. “Terkait siapa saja yang masuk surga itu adalah hak veto Gusti Allah, namun untuk tingkatan kenikmatan di dalamnya mutlak bergantung pada amal perbuatan kita di dunia,” pungkasnya, meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah.
