Keutamaan Shalat Tarawih Hari Pertama
ISR – Shalat tarawih merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan pada malam-malam bulan Ramadan. Sejak malam pertama, umat Islam menghidupkan malam dengan qiyamul lail, termasuk tarawih, sebagai bentuk ketaatan dan pengharapan ampunan dari Allah SWT.
1. Keutamaan Umum Salat Tarawih
Hadis sahih berikut menjelaskan keutamaan salat tarawih secara umum.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) karena iman dan mengharap pahala, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad melalui Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar utama keutamaan salat tarawih sejak malam pertama Ramadan. Siapa pun yang menghidupkan malam pertama dengan iman dan penuh harap kepada Allah akan meraih keutamaan besar tersebut.
2. Keutamaan Shalat Tarawih Hari Pertama
Riwayat lain menjelaskan keistimewaan saat Ramadan tiba. Ketika memasuki malam pertama bulan Ramadan, Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadan, maka Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya malam pertama Ramadan. Karena itu, umat Islam sebaiknya mengisinya dengan salat tarawih dan ibadah lainnya.
3. Riwayat Keutamaan Khusus Setiap Malam Tarawih
Di tengah masyarakat, beredar riwayat yang menyebutkan keutamaan khusus untuk setiap malam tarawih, termasuk malam pertama, seperti pahala diampuni dosa sebagaimana bayi yang baru dilahirkan.
Para ulama hadis menilai riwayat yang merinci keutamaan tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 sebagai hadis dhaif, bahkan sebagian menilainya maudhu’ (palsu). Karena itu, umat Islam tidak boleh menjadikannya sebagai dalil yang kuat.
Sejumlah ulama seperti Ibn al-Jawzi dan Al-Albani menjelaskan kelemahan riwayat tersebut dalam karya-karya mereka tentang hadis lemah dan palsu.
4. Kesimpulan
Keutamaan tarawih malam pertama tidak bertumpu pada riwayat khusus yang merinci pahala tertentu. Umat Islam cukup berpegang pada keutamaan umum qiyam Ramadan sebagaimana hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
Dengan demikian, umat Islam dapat menjadikan malam pertama Ramadan sebagai awal yang kuat untuk meraih ampunan Allah SWT di bulan yang penuh rahmat.
Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menghidupkan Ramadan sejak malam pertamanya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
