Ilustrasi krisis pendidikan 2026 akibat pengalihan anggaran ke program MBG yang menyebabkan dana BOS belum cair dan mengganggu operasional sekolah

Dampak MBG Dana BOS 2026 Belum Cair, Dunia Pendidikan Tertekan

Semarang, ISR – Dampak MBG dana BOS 2026 belum cair menekan dunia pendidikan nasional pada awal tahun ini. Pada 2026, pemerintah mengalihkan anggaran pendidikan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 47,5 persen. Kebijakan tersebut langsung memicu keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini menopang kebutuhan sekolah.

Akibat dampak MBG dana BOS 2026 belum cair, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencari skema alternatif agar kegiatan belajar tetap berjalan. Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan jadwal pasti pencairan dana BOS 2026 kepada sekolah.

Latifatul, seorang guru TK, menyampaikan bahwa sekolah biasanya menerima dana BOS pada Januari. Tahun ini, sekolah belum memperoleh kepastian apa pun dari pemerintah.

“Biasanya dana BOS cair Januari. Sekarang belum ada kejelasan, padahal sekolah butuh biaya operasional,” kata Latifatul.

Pengalihan anggaran ke program MBG menjadi faktor utama yang memicu keterlambatan tersebut. Program ini memang menargetkan peningkatan gizi anak, tetapi pemerintah belum menyiapkan skema anggaran yang seimbang untuk menjaga keberlangsungan pendidikan.

Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Munib, secara tegas meminta pemerintah menghentikan program MBG. Ia menilai kebijakan tersebut justru mengganggu sektor yang lebih mendasar.

“Pemerintah harus menghentikan MBG agar pendidikan dan kesehatan tidak terganggu. Negara tidak boleh mengorbankan pendidikan,” tegas KH. Munib.

Jika kondisi ini terus berlanjut, sekolah berisiko menurunkan kualitas layanan pendidikan. Banyak lembaga pendidikan terancam kesulitan membayar honor guru, menyediakan sarana belajar, dan menjaga stabilitas proses belajar mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!