Satukan Langkah Majukan Pendidikan NU, LP Ma’arif Brangsong Gelar Workshop Pembinaan
BRANGSONG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Brangsong menggelar Workshop dan Pembinaan tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sekolah/Madrasah, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMA NU 05 Brangsong tersebut menjadi upaya memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Brangsong.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Cabang (PC) LP Ma’arif NU Kabupaten Kendal, KH Ahmad Khoiron, S.T., M.Si., M.Pd., jajaran pengurus LP Ma’arif NU Kecamatan Brangsong, pengurus MWC NU Brangsong, Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP3MNU), komite sekolah, serta kepala sekolah dan madrasah beserta guru, staf, dan karyawan.
Lembaga yang terlibat meliputi SMA NU 05 Brangsong, SMP NU 07 Brangsong, MI NU 07 Kertomulyo, MI NU 08 Brangsong, dan MI NU 53 Turunrejo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kyai Kastolani, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars Ma’arif. Acara kemudian diisi dengan tahlil yang dipimpin Kyai Muhaimin Anwar, sambutan-sambutan, pembinaan oleh KH Ahmad Khoiron, serta doa penutup yang dipimpin KH Edi Premono.
Perkuat Keseriusan dan Komitmen Pengelola Pendidikan
Ketua LP Ma’arif NU MWC NU Brangsong, Muhammad Makhzun, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kegiatan pembinaan menjadi kesempatan penting bagi pengelola sekolah dan madrasah untuk menambah wawasan, memperbaiki kekurangan, serta merumuskan langkah konkret demi kemajuan lembaga masing-masing.
Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Brangsong dapat semakin tertib dalam pengelolaan, solid dalam organisasi, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan MWC NU Brangsong, KH Misbakhul Munir, menyampaikan pengalamannya ketika pernah menjadi guru. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa profesi guru memiliki perjuangan dan tanggung jawab yang tidak ringan.
Ia mengajak para guru untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kualitas diri, dan menjalankan tugas pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberlangsungan lembaga pendidikan NU tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada komitmen seluruh unsur yang terlibat di dalamnya.
Guru, kepala sekolah, pengurus, dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama kepada generasi muda.
Tata Kelola Profesional dan Nilai Ke-NU-an
Dalam sesi pembinaan, Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Kendal, KH Ahmad Khoiron, S.T., M.Si., M.Pd., memberikan penguatan mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan sekolah serta madrasah di lingkungan LP Ma’arif NU.
Pembinaan tersebut menekankan bahwa lembaga pendidikan NU perlu dikelola secara profesional, tertib administrasi, memiliki arah program yang jelas, serta didukung kerja sama yang kuat antara penyelenggara pendidikan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan komite.
Pengelolaan sekolah dan madrasah tidak cukup hanya mengandalkan semangat pengabdian. Diperlukan pula pemahaman terhadap regulasi, pembagian tugas yang jelas, kedisiplinan, perencanaan program, serta evaluasi secara berkelanjutan agar lembaga mampu berkembang dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Nilai-nilai ke-NU-an juga perlu terus diperkuat melalui fikrah (pola pikir), amaliyah (pengamalan), dan harakah (gerakan organisasi). Ketiganya menjadi landasan agar lembaga pendidikan Ma’arif tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
Dalam semangat pengabdian tersebut, seluruh unsur yang berada di sekolah dan madrasah NU diharapkan menyadari perannya sebagai bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama melalui jalur pendidikan.
Siapkan Strategi SPMB 2027
Selain memperkuat tata kelola, workshop ini menjadi momentum bagi sekolah dan madrasah untuk mulai mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2027.
Setiap lembaga diharapkan mampu memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat, mengembangkan keunggulan yang dimiliki, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua dan calon peserta didik.
Persiapan SPMB perlu dilakukan secara terencana dan tidak hanya berorientasi pada jumlah murid baru. Sekolah dan madrasah juga harus mampu menunjukkan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, prestasi, serta lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Dengan persiapan sejak dini, lembaga pendidikan Ma’arif NU di Kecamatan Brangsong diharapkan semakin siap menghadapi persaingan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Melalui workshop dan pembinaan ini, LP Ma’arif NU MWC NU Brangsong berharap seluruh sekolah dan madrasah semakin solid, profesional, dan berdaya saing tanpa meninggalkan identitas serta tradisi ke-NU-an.
Penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan persiapan SPMB 2027 menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keberlangsungan serta memajukan lembaga pendidikan Ma’arif NU di Kecamatan Brangsong.
