Warga Nolokerto bersama BEM Kendal berunjuk rasa di Pendopo Kendal
Warga Nolokerto bersama BEM Kendal berunjuk rasa di Pendopo Kendal

Warga Nolokerto Adukan Dugaan Tukar Guling Aset Desa ke Pemkab Kendal

Kendal, ISR – Puluhan masyarakat Kabupaten Kendal menggelar aksi di Pendopo Kabupaten Kendal pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam aksi tersebut, warga Desa Nolokerto menyampaikan keluhan terkait dugaan kasus tukar guling aset desa yang hingga kini belum menemukan kejelasan.

Perwakilan warga Nolokerto, Halim, mengatakan bahwa laporan dugaan tukar guling aset desa yang melibatkan Kepala Desa Nolokerto terus berputar di beberapa instansi tanpa kepastian penyelesaian.

Menurut Halim, masyarakat sudah berupaya menempuh jalur pengaduan melalui lembaga terkait. Namun hingga saat ini, warga belum mendapatkan kepastian hukum dari proses tersebut.

Laporan Dinilai Berputar-putar

Halim menjelaskan bahwa masyarakat telah melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat Kabupaten Kendal. Setelah itu, laporan tersebut berlanjut ke Kejaksaan.

Namun menurutnya, proses tersebut belum memberikan kejelasan bagi masyarakat.

“Kasus dugaan tukar guling aset desa ini muter-muter terus. Dari Inspektorat ke Kejaksaan, tapi di Kejaksaan juga belum ada kejelasan. Karena itu kami mengadu ke Bupati Kendal,” kata Halim dalam aksi tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah dapat membantu mendorong penyelesaian persoalan tersebut secara transparan dan adil.

Kesbangpol Janji Fasilitasi Pertemuan dengan Bupati

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Febi, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menampung aspirasi masyarakat.

Febi mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi warga kepada Bupati Kendal dan berupaya memfasilitasi pertemuan antara warga Desa Nolokerto dengan Bupati.

Namun dalam rencana audiensi tersebut, pemerintah daerah meminta agar perwakilan warga yang hadir dibatasi.

“Secepatnya kami akan mempertemukan warga Nolokerto dengan Bupati. Namun perwakilan yang hadir cukup lima orang saja,” ujar Febi.

Warga Desa Nolokerto berharap audiensi tersebut dapat memberikan jalan keluar atas dugaan persoalan tukar guling aset desa yang selama ini mereka pertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!