BEM Kendal Soroti Persoalan Sampah, DLHK Siapkan Pabrik Pengolahan pada 2027
Kendal, ISR – Puluhan masyarakat Kabupaten Kendal menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Kabupaten Kendal pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan masyarakat menyoroti berbagai persoalan daerah, salah satunya persoalan sampah Kendal yang hingga kini belum tertangani secara serius.
Ketua BEM Kendal, Hanif, mengatakan persoalan sampah Kendal seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menyebut Kabupaten Kendal bahkan sudah menerima surat peringatan (SP) dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah.
Menurut Hanif, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah nyata agar kondisi lingkungan di Kendal tidak semakin memburuk. Ia juga meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara serius untuk menyelesaikan persoalan sampah.
“Pemerintah harus serius menganggarkan dana untuk mengatasi persoalan sampah ini agar Kendal tidak kotor, sungai tetap bersih, jalan tetap bersih, dan sampah bisa segera tertangani,” ujar Hanif.
Aksi Unjuk Rasa di Pendopo Kendal
Sekitar 50 peserta aksi yang terdiri dari perwakilan BEM Kendal, warga Desa Puguh, Desa Tunggulsari, dan Desa Nolokerto datang ke Pendopo Kendal untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga mengkritisi sejumlah persoalan lain di Kabupaten Kendal, termasuk aktivitas tambang galian C serta dugaan tukar guling aset desa di Nolokerto.
Aksi tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kendal. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Febi, hadir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kendal, Aris, serta perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Kendal tidak dapat menemui massa aksi karena sedang menjalankan tugas di luar kota.
DLHK Siapkan Pabrik Pengolahan Sampah
Menanggapi persoalan sampah tersebut, Kepala DLHK Kabupaten Kendal, Aris, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.
Aris mengatakan DLHK Kabupaten Kendal menjalin kerja sama dengan Danantara dan BRIN untuk membangun pabrik pengolahan sampah di Kabupaten Kendal.
Ia menyebut pembangunan pabrik pengolahan sampah tersebut direncanakan mulai pada tahun 2027. Pemerintah daerah berharap pabrik tersebut mampu membantu pengelolaan sampah dan mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Kendal.
Aksi Berlangsung Damai
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan damai. Setelah penyampaian aspirasi selesai, peserta aksi bersama perwakilan pemerintah daerah menutup kegiatan dengan buka bersama di Pendopo Kendal.
