Pembinaan guru MTs Plus dan MA Sabilunnajah membahas TKA dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Pembinaan guru MTs Plus dan MA Sabilunnajah membahas TKA dan Kurikulum Berbasis Cinta.

MTs Plus dan MA Sabilunnajah Bekali Guru Hadapi TKA dan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

KENDAL, ISR – MTs Plus dan MA Sabilunnajah membekali seluruh guru dan tenaga kependidikan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui kegiatan Pembinaan dan Pembekalan Komprehensif di Penjalin, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema Evaluasi, Review, dan Penyusunan Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam kegiatan itu, MTs Plus dan MA Sabilunnajah menghadirkan Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Casmito, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber. Ketua Yayasan Sabilunnajah, KH Gus Mandzur Labib, serta kepala MTs Plus dan MA Sabilunnajah juga memberikan pembinaan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Guru Harus Menjadikan Akhlak sebagai Fondasi

Ketua Yayasan Sabilunnajah KH Gus Mandzur Labib menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak. Karena itu, setiap guru harus menjadikan akhlak sebagai dasar dalam mendidik peserta didik.

Menurutnya, guru tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Khidmah kita di dunia pendidikan tidak boleh asal-asalan. Guru harus mendidik dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengibaratkan guru seperti petani yang merawat tanaman. Tanaman yang dirawat dengan baik akan tumbuh subur, sedangkan tanaman liar tumbuh tanpa arah karena tidak memperoleh perhatian.

Kepala Madrasah Dorong Profesionalisme Guru

Kepala MTs Plus Sabilunnajah mengajak seluruh guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik. Ia menilai kekompakan dan profesionalisme menjadi modal penting untuk menciptakan madrasah yang unggul.

Sementara itu, Kepala MA Sabilunnajah mengajak seluruh tenaga pendidik terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Casmito Soroti TKA dan Kurikulum Berbasis Cinta

Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Kendal, Casmito, mengajak guru menjadi pribadi yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

“Kalau dewan guru, manfaat terbesar harus dirasakan oleh murid-muridnya,” katanya.

Casmito juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia meminta guru menyusun strategi pembelajaran yang terarah agar siswa mampu meraih hasil terbaik.

Selain itu, ia mendorong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendekatan tersebut membangun suasana belajar yang nyaman, menghargai peserta didik, serta memperkuat pendidikan karakter.

Siapkan Pendidikan Berkualitas

Melalui pembinaan ini, MTs Plus dan MA Sabilunnajah berharap seluruh guru semakin profesional, memahami sistem pendidikan madrasah, serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen yayasan dalam mencetak pendidik yang berakhlak mulia, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!