Fernando H Ganinduto dan Bupati Kendal Bersatu dalam Pelestarian Budaya Indonesia dari Klaim Asing
BOJA, ISR — Anggota Komisi VI DPR RI, Fernando H Ganinduto, menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian budaya Indonesia. Ia siap melindungi warisan leluhur agar tidak lagi menjadi sasaran klaim negara lain.
​Fernando menyampaikan pernyataan tegas tersebut saat menghadiri Gelar Budaya bertajuk “Suara dari Sudut Kota”. Acara ini berlangsung meriah di Pelataran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja, Kendal, pada Sabtu (30/5/2026).
​Kegiatan tersebut sukses menarik perhatian ratusan warga setempat. Sanggar Tari Nyi Pandansari Boja, di bawah asuhan Septa Adya Anoraga, menjadi inisiator utama perhelatan budaya ini.
​Benteng Pertahanan Seni Tradisi di Era Digital
​Teknologi modern saat ini memberikan tantangan berat bagi keberlangsungan seni tradisi. Fernando menilai eksistensi pelestarian budaya Indonesia harus terus didorong agar tidak tergerus arus zaman.
​Kehadirannya di Boja merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat. Fernando ingin memastikan nyala api seni tradisi tetap terjaga di tengah masyarakat.
​”Kedatangan saya adalah bentuk dukungan pemerintah untuk terus menghidupkan budaya asli. Kita harus melawan ancaman budaya lokal yang semakin terkikis oleh perkembangan teknologi,” ujar Fernando S. Ganinduto.
​Legislator Komisi VI DPR RI ini menekankan pentingnya konsistensi dalam menampilkan kesenian daerah. Strategi ini akan memperkuat identitas bangsa di kancah internasional.
​”Seringnya kita menampilkan seni tradisi akan memperkuat bukti kepemilikan kita. Langkah ini krusial agar budaya asli tidak mudah diklaim oleh negara lain,” tegasnya.
​Sinergi Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif
​Langkah Fernando mendapat sambutan positif dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen memberikan ruang luas bagi para seniman lokal untuk berekspresi.
​Bupati berencana mewajibkan suguhan tari-tarian tradisional dalam setiap acara kedinasan. Kebijakan ini bertujuan menjaga pelestarian budaya Indonesia sekaligus mempromosikan potensi daerah.
​Sementara itu, pimpinan Sanggar Tari Nyi Pandansari, Septa Adya Anoraga, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. Ia ingin menyuarakan realitas sosial melalui seni sekaligus membangun jembatan komunikasi dengan pemerintah.
​Kolaborasi antara DPR RI, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan pelaku seni ini membuahkan dampak positif. Sinergi tersebut kini merangsang pertumbuhan pada sektor lain, yaitu:
- ​Pariwisata daerah yang semakin dikenal luas.
- ​Peningkatan omzet bagi pelaku UMKM lokal.
- ​Penguatan industri kreatif berbasis komunitas.
​Selain Fernando S. Ganinduto dan Bupati Kendal, acara ini juga menghadirkan tokoh penting lainnya. Camat Boja Sunarto, jajaran Kapolsek, Koramil, serta Dewan Kesenian Boja turut menyemarakkan pagelaran ini.
