Bupati Dyah Kartika Permanasari membuka kirab budaya Nyai Pandansari di RTH Boja bersama warga dan peserta kirab dalam rangka Syawalan dan Merti Desa Boja.
Bupati Dyah Kartika Permanasari membuka kirab budaya Nyai Pandansari di RTH Boja bersama warga dan peserta kirab dalam rangka Syawalan dan Merti Desa Boja.

Bupati Kendal Buka Kirab Budaya Nyai Pandansari di Boja

KENDAL, ISR – Bupati Kendal buka kirab budaya Nyai Pandansari di Boja sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan Syawalan dan Merti Desa Boja, Kamis (26/3/2026) di RTH Boja. Dyah Kartika Permanasari hadir langsung dan memimpin pembukaan acara yang berlangsung meriah serta penuh antusiasme warga.

Kirab budaya Nyai Pandansari di Boja menghadirkan partisipasi luas dari masyarakat. Warga Desa Boja, pelajar, serta berbagai unsur lembaga pendidikan ikut memeriahkan kirab. Selain itu, camat Singorojo, camat Limbangan, dan kepala desa se-Kecamatan Boja turut hadir dalam kegiatan tahunan tersebut.

Kirab Budaya Jadi Pembuka Syawalan

Kirab budaya ini membuka rangkaian tradisi Syawalan dan Merti Desa Boja. Warga memadati lokasi sejak pagi dan menampilkan berbagai kreativitas budaya. Barisan peserta kirab berjalan tertib sambil membawa atribut khas yang menggambarkan sejarah serta kearifan lokal desa.

Kehadiran tokoh Nyai Pandansari menjadi daya tarik utama. Sekar Aulia Oktariani memerankan sosok tersebut dengan penuh penghayatan. Pemerintah Desa Boja memilihnya melalui audisi, sehingga penampilan tersebut mencerminkan kesiapan dan kualitas yang baik.

Peserta kirab budaya Nyai Pandansari di Boja tampil menunggang kuda saat mengikuti arak-arakan dalam rangka Syawalan dan Merti Desa.
Peserta kirab budaya Nyai Pandansari di Boja tampil menunggang kuda saat mengikuti arak-arakan dalam rangka Syawalan dan Merti Desa.

Pesan Bupati untuk Generasi Muda

Dalam sambutannya, Bupati Kendal menekankan pentingnya menjaga budaya lokal. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh budaya luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.

“Kirab budaya ini menjadi tameng generasi muda agar terus menjaga budaya dan tidak terpengaruh budaya luar yang belum tentu sesuai dengan budaya kita,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menghargai sejarah desa. Ia menilai tradisi seperti ini mampu memperkuat karakter dan jati diri masyarakat.

Mengenang Jasa Nyai Pandansari

Bupati Kendal juga mengajak warga mengenang jasa Nyai Pandansari. Sosok perempuan tersebut memiliki peran besar dalam sejarah Desa Boja. Ia membuka jalur irigasi yang hingga kini menjadi sumber utama pertanian masyarakat.

Peran tersebut menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan warga. Oleh karena itu, masyarakat perlu terus mengenang dan meneladani semangat perjuangannya.

Wujud Syukur Masyarakat Boja

Kepala Desa Boja, H. Rofiq Anwar, menyampaikan bahwa kirab budaya ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat. Warga memanfaatkan momentum ini untuk mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi leluhur.

“Kirab budaya Nyai Pandansari di Boja menjadi wujud rasa syukur warga sekaligus cara mengenang perjuangan para leluhur desa,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus berjalan setiap tahun. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami sejarah desa sekaligus menjaga budaya lokal.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Kirab budaya Nyai Pandansari di Boja tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat. Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Boja menunjukkan komitmen dalam melestarikan budaya. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi warga, tradisi ini akan terus hidup dan berkembang di masa depan. (Anish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!